Kamis, 09 April 2020

IHWAL LEGENDA DAN DONGENG


RESUME KULIAH ONLINE IHWAL LEGENDA DAN DONGENG

Hari/tanggal   : Sabtu /8  April 2020

Pukul               : 19.00 Wib-20.00 Wib

Nara Sumber   :  Bapak Cucu Agus Hidayat

Penulis Resume:Usman Alamsyah (usmancurup123@gmail.com)

*IHWAL LEGENDA DAN DONGENG*

Menurut Pak Cucu Agus Hidayat

Dari semua bentuk atau genre folklor yang ada, salah satu yang dikenal yaitu prosa fiksi .Apa itu Prosa Fiksi ?
Prosa Fiksi adalah cerita rakyat. Cerita rakyat yang merupakan bentuk karya sastra yang diketahui sudah ada pada masa tradisi lisan.tidak percaya ?
Contoh :Pemaknaan terhadap cerita rakyat bisa dari segi bentuk, pencipta, kewarisan, juru cerita, dan fungsinya. Secara tentatif, cerita rakyat adalah karya sastra yang berbentuk prosa/epik yang dibuat oleh si empunya cerita tentang orang, tempat, peristiwa, dan perikehidupan suatu kolektif masyarakat yang disampaikan secara lisan dan turun-temurun serta menjadi milik kolektif.

Kita baca pendapat para Ahli
Kenapa di baca Pendapat para ahli ?
Karena Pendapat sering berbeda.
Pendapat William R. Bascom, cerita rakyat dapat dibagi ke dalam tiga golongan besar, yaitu : (1) mite _(myth),_ (2) legenda _(legend),_ dan dongeng _(folktale)._
Sekarang Kita berbicara tentang Mite.
Apa itu Mite ?
Mite adalah cerita prosa rakyat yang dianggap benar-benar terjadi dan dianggap suci oleh yang empunya cerita. Mite ditokohi oleh para dewa atau makhluk setengah dewa. Peristiwa terjadi di dunia lain atau di dunia yang bukan seperti yang kita kenal sekarang dan terjadi pada masa lampau. Mite pada umumnya mengisahkan terjadinya alam semesta _(cosmogony),_ dunia-mayapada, dunia dewata _(pantheon),_ manusia pertama dan pembawa kebudayaan _(culture hero),_ terjadinya maut, terjadinya makanan pokok, segala alam, bentuk tofografi, bentuk khas binatang, dan lain-lain.

*Legenda*
Apa Pengertian Legenda ?
Legenda adalah cerita prosa rakyat yang dianggap oleh si empunya cerita sebagai suatu kejadian yang sungguh-sungguh pernah  pernah terjadi. padahal hanya omongan mulut ke mulut.Legenda bersifat keduniaan, terjadi pada masa yang belum begitu lampau, bertempat di dunia yang kita kenal sekarang, tidak dianggap suci sebagaimana mite, ditokohi manusia yang kadangkala memiliki sifat luar biasa dan sering dibantu makhluk ajaib.
jadi Faktor Animisme dan Dinanisme ada Di Sini.

Definisi lain tentang legenda antara lain bahwa legenda adalah hasil kesusastraan lama yang menceritakan kisah tentang sejarah mengenai tokoh yang dianggap ada pada masa dulu dengan sifat heroik dan istimewa
Legenda merupakan cerita rakyat zaman dahulu yang ada hubungannya dengan sejarah, khayal semata, tetapi dihubungkan dengan asal-usul tempat, daerah, kota, wilayah, gunung, hutan, dan sebagainya.

Pendapat Jan Harold Brunvand, legenda dapat diklasifikasikan ke dalam empat kelompok, yaitu : (1) legenda keagamaan _(religious legends),_ (2) legenda alam gaib _(supernatural legends),_ (3) legenda perseorangan _(personal legends),_ dan (4) legenda setempat _(local legends)._ Legenda keagamaan adalah legenda orang-orang suci atau orang saleh. Contoh legenda keagamaan antara lain : "Pangeran Panggung, Anjing-anjingnya, dan Permainan Wayang", "Makam di Pamlaten dan Penjajahan Kolonial Belanda", dan sejenisnya. Sementara, legenda alam gaib berbentuk kisah yang dianggap benar-benar terjadi dan pernah dialami seseorang. Misalnya, legenda tempat yang dipercaya penuh mistis sebagai pintu gerbang menuju alam gaib.

Apa Yang di Maksud Legenda Perseorangan ?
Legenda perseorangan adalah cerita mengenai tokoh-tokoh tertentu yang dianggap oleh yang empunya cerita benar-benar pernah terjadi. Legenda semacam ini banyak sekali. Misalnya, "Legenda Tokoh Panji", "Ande-Ande Lumut", "Si Pitung", atau kalau di luar negeri legenda "Robin Hood". Selanjutnya, legenda setempat, yakni cerita yang berhubungan dengan suatu tempat, nama tempat, bentuk tofografi/permukaan walayah/daerah. Misalnya, "Legenda Kuningan", "Anak-anak Dalem Solo yang Mengembara Mencari Sumber Bau Harum", "Asal Mula Banyuwangi", "Gunung Tangkuban Perahu", "Asal Mula Nama Tengger dan Gunung Batok", "Legenda Roro Jonggrang", "Legenda Candi Sewu", dan lain-lain.

*Dongeng*
Apa Sebenarnya Dongeng itu ?
Dongeng adalah prosa rakyat yang tidak dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita dan tidak terikat oleh waktu maupun tempat. Dongeng terutama sekali untuk hiburan, walaupun ada juga yang melukiskan kebenaran, berisikan pelajaran moral, atau bahkan sindiran. Menurut Danandjaja, dongeng seringkali disamakan dengan cerita peri _(fairy tales),_ cerita anak-anak _(nursery tales),_ dan cerita ajaib _(wonder tales)._

Thompson mengklasifikasikan dongeng ke dalam empat kelompok, yaitu : (1) dongeng binatang _(animals tales),_ (2) dongeng biasa _(ordinary folktales),_ (3) lelucon dan anekdot _(jokes and anecdote),_ dan dongeng berumus _(formula tales)._ Dongeng binatang adalah dongeng  yang ditokohi binatang peliharaan dan binatang liar, seperti binatang menyusui, burung, binatang melata, ikan, dan serangga. Binatang-binatang itu dalam cerita dapat berbicara dan berakal budi seperti manusia. Misalnya, dongeng "Sang Kancil dan Buaya".

Apa yang Di Sebut Dongeng biasa ?
Dongeng biasa adalah jenis dongeng yang ditokohi manusia dan biasanya berisi kisah suka duka seseorang. Misalnya, "Cinderella", "Bawang Putih dan Bawang Merah", "Si Melati dan Si Kecubung", "Bujang Munang", "Sankuriang" (tipe oedipus), dan lain-lain. Dongeng lelucon dan anekdot adalah cerita yang dapat menimbulkan rasa menggelikan hati, sehingga menimbulkan ketawa bagi yang mendengarkan dan menceritakannya. Sementara, dongeng berumus adalah dongeng  yang strukturnya terdiri dari pengulangan. Jenis dongeng berumus adalah dongeng bertimbun banyak, dongeng mempermainkan orang, dan dongeng yang tidak mempunyai akhir.

Demikian lah Materi awal menulis Legenda dan Dongeng
selamat berlatih, dan selamat menulis legenda-dongeng.

Tidak ada komentar:

Doa Pembuka Rezeki dan Terhindar Musibah

Doa Pembuka Rezeki dan Terhindar Musibah  🌿 Doa dari Al-Qur’an Doa Memohon Rezeki yang Luas dan Berkah 📖 QS. Al-Maidah: 114 "Allahumm...