Jumat, 09 Desember 2022

Merumuskan Tujuan Pembelajaran (TP)

Perencanaan Pembelajaran
Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (1.5)

Merumuskan Tujuan Pembelajaran (TP)

Agar peserta didik dapat mencapai Capaian Pembelajaran Di akhir fase maka pendidik perlu menurunkan Capaian Pembelajaran (CP) menjadi Tujuan Pembelajaran(TP).

Sekarang kita akan mempelajari langkah ke-2 pada tahap perencanaan pembelajaran,yaitu merumuskan Tujuan Pembelajaran.

Pada tahap ini,pendidik cukup merancang tujuan-tujuan pembelajaran yang lebih operasional dan konkret terlebih dahulu.

Proses mengurutkan tujuan pembelajaran akan disusun pada tahap berikutnya.

Ibu dan Bapak Guru, dalam merumuskan Tujuan Pembelajaran kita juga perlu memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta konsep/topik yang dipelajari, karakteristik peserta didik, dan konteks lingkungan pembelajaran


Ibu dan Bapak Guru, 
Tujuan Pembelajaran sebaiknya membuat 2 komponen utama yaitu:

1).Kompetensi
2).Ruang lingkup materi 

*Kompetensi yaitu kemampuan atau keterampilan yang perlu ditunjukkan/ didemonstrasikan oleh peserta didik.

Untuk menentukan kompetensi,kita bisa menggunakan beberapa pertanyaan seperti:

-Secara konkret,Kemampuan apa yang perlu peserta didik tunjukkan?

-Tahap berpikir apa yang perlu peserta didik tunjukkan?


*Lingkup Materi 
Lingkup Materi yaitu: konten utama yang perlu dipahami pada akhir satu unit pembelajaran


Untuk kedalaman materi /konten, Ibu dan Bapak dapat melihat CP dari fase sebelum dan sesudah dari fase yang diajarkan.


Pertanyaan panduan yang dapat digunakan pendidik dalam menentukan lingkup materi, antara lain:

-Hal apa saja yang perlu dipelajari peserta didik dari suatu konsep besar yang dinyatakan dalam CP ?

-Apakah lingkungan sekitar dan kehidupan peserta didik dapat digunakan sebagai konteks untuk mempelajari konten dalam CP ?

Tahap 2
yang perlu diperhatikan pada tahap kedua ini yaitu:
Tujuan pembelajaran adalah tujuan yang lebih umum bukan tujuan pembelajaran harian, tujuan instruksional Umum bukan tujuan instruksional khusus.

Saat merumuskannya,kita dapat menggali kata kunci yang kita temukan saat memahami apa yang pembelajaran.Selain itu dalam merumuskan Tujuan Pembelajaran kita dapat menggunakan pendekatan- pendekatan  teori seperti

Pendekatan Taksonomi Bloom yang telah direvisi oleh Anderson dan Karthwohl di tahun 2001 .
Level 1.Mengingat
Level 2.Memahami
Level 3.Mengaplikasikan
Level 4.Menganalis
Level 5.Mengevaluasi
Level 6.Menciptakan

Pendekatan tentang enam bentuk pemahaman yang dikembangkan oleh Tighe dan wiggins di tahun 2005,l
1.Penjelasan
2.Aplikasi
3.Empati
4.Interpretasi
5.Perspektif 
6. Pengenalan atau Refleksi Diri

Pendekatan tiga sistem dalam domain pengetahuan yang dikembangkan oleh marzano.2000
Tingkat 1.(Mengenali dan Mengingat Kembali )
Tingkat 2.(Pemahaman), 
Tingkat 3.(Analisis),
Tingkat 4. (Pemanfaatan  Pengetahuan ),
Tingkat 5.(Metakognisi)
Tingkat 6.(Sistem Diri)

Selain ketiga teori ini,Pendidik juga dapat menggunakan teori atau pendekatan lain,selama teori tersebut dinilai relevan.

Ibu dan Bapak Guru, dalam merumuskan Tujuan Pembelajaran,ada 3 cara yang dapat kita gunakan yaitu:

3 Alternatif cara dalam merumuskan Tujuan Pembelajaran:

1.Rumuskan tujuan pembelajaran secara langsung berdasarkan CP

2. Merumuskan Tujuan Pembelajaran dengan menganalisis "KOMPETENSI" dan "LINGKUP MATERI"pada CP

3.Merumuskan  Tujuan Pembelajaran Lintas Elemen CP 


Cara merumuskan Tujuan Pembelajaran dengan 3 cara ini akan dibahas Lebih detail dengan menggunakan contoh pada video-video selanjutnya.

Ibu dan Bapak dapat memilih alternatif yang biasanya nyaman atau sesuai dengan kebutuhan mata pelajarannya, atau mengembangkan cara sendiri dengan menggunakan prinsip yang sama.

Kita juga bisa menggunakan tujuan-tujuan pembelajaran yang sudah disediakan oleh pemerintah pusat di Platform Merdeka Mengajar.

Contoh-contoh dalam Platform Merdeka Mengajar dapat kita gunakan langsung atau dimodifikasi.

Ibu dan Bapak dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan proses belajarnya masing-masing.

Selamat Mencoba!


"Dalam merumuskan tujuan pembelajaran pendidik perlu memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta konsep/topik yang dipelajari, karakteristik peserta didik, dan konsep lingkungan pembelajaran."



(Sumber Video Pelatihan Mandiri di PMM)

Contoh 1 Memahami Capaian Pembelajaran

(1.4)
Contoh 1 Memahami Capaian Pembelajaran


Setelah mempelajari cara memahami naskah Capaian Pembelajaran (CP)
sekarang,mari kita coba praktikkan pada salah satu mata pelajaran.

Pada pembahasa ini,kita akan praktik memahami Capaian Pembelajaran dengan contoh mata pelajaran IPAS di fase B.

Perlu diingat bahwa,contoh ini juga bisa diterapkan pada mata pelajaran lain, karena prinsip dan proses berpikir yang digunakan tetap sama.

Mari mulai dengan melakukan langkah pertama yaitu:

Tahap 1

1.Memahami RASIONAL
Dimulai dari memahami:

"Mengapa peserta didik perlu mempelajari mata pelajaran ini "?

Rasional Mata Pelajaran terdiri atas definisi mapel ,fungsi dan ruang lingkup

"Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji tentang makhluk hidup dan benda mati di alam semesta serta interaksinya, dan mengkaji kehidupan manusia sebagai individu sekaligus sebagai makhluk sosial yang berinteraksi dengan lingkungannya.

Secara umum,ilmu pengetahuan diartikan sebagai bahasa Indonesia, 2016). Pengetahuan ini melingkupi pengetahuan alam dan pengetahuan sosial. 
Pendidikan IPAS memiliki peran dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila sebagai gambaran ideal profil peserta didik Indonesia. lPAS membantu peserta didik menumbuhkan keingintahuan terhadap fenomena yang terjadi di sekitarnya. Keinginan tahun ini dapat memicu "


Dari teks ini dapat ditarik kesimpulan bahwa mapel IPAS menjadi penting untuk dipelajari,karena ruang lingkup materi yang dibahas dalam mapel IPAS merupakan topik yang memiliki keterkaitan dengan keseharian hidup kita baik sebagai individu,maupun sebagai makhluk sosial.

 Selanjutnya memahami:

"Apa Fokus utama yang ingin dicapai dari mata pelajaran ini ?"


Dalam paragraf ini terlihat bahwa

Sebagai Negara Yang kaya akan budaya dan kearifan lokal, melalui IPAS diharapkan peserta didik  menggali kekayaan kearifan lokal terkat IPAS termasuk menggunakannya dalam memecahkan masalah.Oleh karena itu, Fokus utama yang ingin dicapai dari pembelajaran IPAS di SD/MI/Program Paket A bukanlah pada seberapa banyak konten materi yang dapat diserap oleh peserta didik, akan tetapi dari seberapa besar kompetensi peserta didik dalam memanfaatkan Pengetahuan yang dimiliki.Dengan mempertimbangkan bahwa anak usia SD/MI/Program Paket A masih melihat segala sesuatu secara apa adanya, utuh dan terpadu maka pembelajaran IPA dan IPS disederhanakan menjadi satu mata pelajaran yaitu IPAS. Hal ini juga dilakukan dengan pertimbangan anak usia SD/MI/Program Paket A masih dalam tahap berpikir konkrit/sederhana, holistik, komprehensif, dan tidak detail.


 Fokus utama pembelajaran IPAS adalah

"Fokus utama yang ingin dicapai dari pembelajaran IPAS di SD/MI/Program Paket A bukanlah pada seberapa banyak konten materi yang dapat diserap oleh peserta didik, akan tetapi dari seberapa besar kompetensi peserta didik dalam memanfaatkan Pengetahuan yang dimiliki"

Tentang bagaimana peserta didik mampu memanfaatkan pengetahuan yang dimiliki untuk bisa menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap fenomena yang terjadi di sekitar.

Artiny, kompetensi yang diharapkan bukan sebatas pengetahuan saja


Pertanyaan selanjutnya adalah:

"Bagaimana mapel ini dapat berperan dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila ?"


Dengan berbagai topik yang dibahas dalam mapel IPAS diharapkan akan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu para peserta didik terhadap fenomena yang terjadi di sekitarnya 


Keingintahuan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan sikap akhlak mulia terhadap dirinya,terhadap alam, juga mengasah daya nalar peserta didik untuk menjadi lebih kritis kreatif dan juga Mandiri.Dan ini merupakan salah satu wujud Profil Pelajar Pancasila.

Selanjutnya, kita ke 


Tahap 2
2.Memahami TUJUAN Mata Pelajaran 

" Kompetensi apa saja yang perlu dimiliki peserta didik untuk sampai di Capaian Pembelajaran akhir fase?"

Ibu Bapak  bisa coba cari kata kerja operasional dalam kalimat-kalimat ini:

-Mengembangkan ketertarikan
-Berperan aktif
-Mengembangkan keterampilan Inkuiri 
-Mengerti siapa dirinya
-Memahami persyaratan
-Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep


Dengan begitu,akan lebih mudah bagi Bapak Ibu Guru untuk mengetahui kompetensi apa saja yang ingin dicapai

Seperti: mengembangkan diri, berperan aktif, mengembangkan keterampilan inkuiri,mengerti siapa dirinya, memahami persyaratan, mengembang- kan,dan  pengetahuan dan pemahaman konsep dan sebagainya .


Tahap 3
3. Mem pelajari KARAKTERISTIK Mata Pelajaran 

"Apa sajakah karakter dan elemen yang terdapat dalam Mata Pelajaran?"

A). Karakteristik Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Seiring dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan juga senantiasa mengalami perkembangan.Apa yang kita ketahui sebagai pergeseran di masa kini maupun masa depan.Itu sebabnya ilmu pengetahuan bersifat dinamis dan merupakan sebuah upaya trus


Pembelajaran IPAS memiliki karakter yang dinamis dan senantiasa berkembang berdasarkan penelitian terbaru.

Artinya pendidik juga perlu terus memperbarui wawasan dan keilmuannya. 

Kemudian, ada 2 elemen utama dalam pembelajaran IPAS:
a).Pemahaman IPAS
a).Keterampilan Proses

Elemen pemahaman IPAS,
membuat penjelasan mengenai peran pemahaman terhadap ilmu pengetahuan dalam penyelesaian masalah di kehidupan sehari-hari

Sedangkan pada elemen "Keterampilan Proses", Kita dapat mempelajari mengenai peran keterampilan inkuiri dalam pendidikan sains.

Elemen keterampilan proses menjadi kompetensi yang perlu dimiliki oleh murid untuk menunjang pemahaman sains.

Artinya,pendidik bisa menggunakan 6 keterampilan ini sebagai siklus pembelajaran untuk mencapai elemen pemahaman IPAS.

Jadi, setiap mempelajari ruang lingkup materi apapun, Peserta didik selalu melalui proses sebagai berikut:
1.Mengamati 
2.Mempertanyakan dan Memprediksi 
3.Merencanakan dan Melakukan penyelidikan 
4.Memproses dan menganalisis data dan informasi 
5.Mengevaluasi dan refleksi 
6.iMengkomunikasikan hasil 


Hal inilah yang menjadi karakteristik mata pelajaran IPAS dan semua kelompok mata pelajaran IPA dan IPS

Mata pelajaran lainnya tentu akan memiliki karakteristik dan elemen yang berbeda.namun,pendekatan inkuiri seperti keterampilan proses ini bisa juga diterapkan dalam perencanaan pembelajaran lainnya.


Tahap 4
4.Mempelajari CAPAIAN PER FASE

Falam bagian ini kita bisa mencari tahu mengenai:

A."Apa yang akan dipelajari di Fase ini?"
B."Kata-kata kunci apa yang penting dalam CP?"


Ibu Bapak bisa mempelajari fase yang di mana Ibu Bapak mengajar dan menandai kata-kata kunci yang membuat kompetensi dan ruang lingkup yang akan dipelajari.

Misalnya:
Dalam kalimat ini disebutkan peserta didik akan mempelajari keterkaitan antara pengetahuan IPAS dengan konsep-konsep yang ada di lingkungan sekitar.

Artinya pembelajaran mengenai konsep IPA dan IPS 

"Pembelajaran harus bersifat kontekstual dan dikaitkan dengan keseharian murid".

Kemudian murid perlu menunjukkan pemahamannya dengan menyelesaikan tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari l.


Pada tabel elemen 

Elemen: 
Pemahaman IPAS (sains dan sosial)

Capaian Pembelajaran: 
Peserta didik menganalisis hubungan antara bentuk serta fungsi bagian tubuh pada manusia (pancaindra). Peserta didik dapat......


Pada tabel elemen, kita bisa melihat lebih rinci kompetensi dan ruang lingkup yang akan dipelajari di fase tersebut.

jika diperlukan, pendidik bisa mempelajari juga fase sebelum atau setelahnya untuk membantu melihat kesinambungan antar fase.


Dengan memahami CP IPAS ini,pendidik bisa mengetahui diantaranya:

Mapel IPAS tidak berfokus pada banyaknya pengetahuan yang diserap peserta didik tapi bagaimana peserta didik menerapkan pengetahuannya.

Mapel IPAS menekankan pada keterampilan proses atau inkuiri pada siklus belajarnya.

Hal ini sangat mempengaruhi pada perencanaan belajar nantinya.

Hal-hal ini tidak akan diketahui oleh pendidik jika ia tidak membaca dan mempelajari CP nya masing-masing.

Perlu Bapak Ibu ketahui,bahwa proses merumuskan Capaian Pembelajaran ini juga melibatkan para guru,maka sebagai orang yang terlibat langsung di lapangan,umpan balik dari kita sangat dibutuhkan oleh pemerintah.


Dengan memahami CP, merumuskan TP dan menyusun ATP sampai modul ajar, maka Ibu Bapak juga kelak dapat memberikan masukan kepada pemerintah terkait CP ini.

Sekarang,
" silahkan Ibu Bapak melanjutkan mempelajari CP masing-masing atau menyimak contoh-contoh lain jika diperlukan"


"Memahami tujuan, karakteristik, serta ruang lingkup mata pelajaran membantu pendidik membuat perencanaan pembelajaran yang lebih baik."



(Sumber Video Pelatihan Mandiri di PMM)

Kamis, 08 Desember 2022

Memahami Capaian Pembelajaran

Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (Modul 1.3)

Memahami Capaian Pembelajaran


Pada Modul Kurikulum Merdeka, kita sudah mempelajari mengenai Capaian Pembelajaran yaitu:

"Kompetensi Pembelajaran (CP) yang harus dicapai oleh peserta didik dalam SATU FASE"

Capaian Pembelajaran ini ditetapkan oleh pemerintah, namun,untuk memandu kegiatan pembelajaran sehari-hari,

" CP perlu diuraikan menjadi tujuan pembelajaran yang lebih operasional dan konkrit"

Perencanaan Pembelajaran ini merupakan bagian dari 

"Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan.''


Proses berpikir dalam merencanakan Pembelajaran dapat digambarkan menjadi 4 tahap yaitu:

1). Memahami CP 
2). Merumuskan Tujuan Pembelajaran
3). Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran 
4). Merancang Pembelajaran 


Pada bahasan ini kita akan mempelajari tahap Pertama yaitu: Memahami CP

"Capaian Pembelajaran disusun dalam fase,1 fase terdiri dari 1-3 tahun"Jadi, fase tidak sama dengan kelas.

Fase merupakan kompetensi,sedangkan kelas menunjukkan kelompok berdasarkan usia. Oleh karena itu, dalam merencanakan pembelajaran untuk satu fase,pendidik hendaknya melakukan kolaborasi dan komunikasi
dengan rekan pendidik yang sama-sama mengajar pada satu fase yang sama.Sebagai

Contoh: 

CP pada Fase D berlaku untuk kelas VII,VIII dan IX.Saat merancang pembelajaran Pendidikan kelas VII hingga kelas IX,perlu duduk bersama untuk menentukan rencana batasan kompetensi di setiap jenjang ,dengan begitu kompetensi pembelajaran yang akan dicapai peserta didik dapat dipelajari secara berkesinambungan.
Pendidik juga dapat saling menyatakan informasi terkait karakteristik peserta didik di setiap jenjang atau informasi lain yang dibutuhkan dalam merancang pembelajaran.


Untuk memahami Capaian Pembelajaran ada 4 langkah yaitu:
1). Memahami RASIONAL 
2). Memahami TUJUAN Mata Pelajaran 
3). Mempelajari KARAKTERISTIK dan 
4).Mempelajari CAPAIAN PER FASE


Tahap 1
1.Rasional : pentingnya mempelajari sebuah mata pelajaran dan kaitannya dengan Profil Pelajar Pancasila

Untuk membantu memahami bagian ini, kita dapat menggunakan pertanyaan pemantik seperti berikut:

-Mengapa peserta didik perlu belajar mata pelajaran ini?

-Apa Fokus utama yang ingin dicapai dari mapel ini?

-Bagaimana mapel ini berperan dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila ?

Tahap 2
2. Tujuan: Kemampuan atau kompetensi yang dituju peserta didik di mata pelajaran.

Tujuan menjelaskan kemampuan atau kompetensi yang dituju setelah peserta didik mempelajari mata pelajaran tersebut secara keseluruhan.

Untuk membantu memahami bagian ini, kita dapat menggunakan pertanyaan pemantik seperti berikut:

-Kompetensi apa saja yang perlu dimiliki peserta didik untuk sampai di Capaian Pembelajaran akhir fase?


Tahap 3
3.Karakteristik : menjelaskan apa yang dipelajari dalam mata pelajaran tersebut serta elemen-elemen yang membentuk mata pelajaran

Bagian karakteristik apa yang dipelajari dalam mata pelajaran tersebut serta elemen-elemen yang membentuk mata pelajaran.

Untuk membantu memahami bagian in, kita dapat menggunakan pertanyaan pemantik seperti berikut:

-Apakah karakter serta elemen dari mata pelajaran ini?


Tahap 4
4. Capaian Per fase: kompetensi yang harus dicapai dalam satu fase

Bagian ini berisi kompetensi yang harus dicapai dalam satu fase.


Untuk membantu memahami bagian ini, kita dapat menggunakan pertanyaan seperti berikut:

-Apa yang akan dipelajari di Fase ini?
-Kata-kata kunci apa yang penting dalam CP?


Untuk belajar memahami Capaian Pembelajaran, pendidik juga bisa membentuk komunitas belajar di satuan pendidikannya,bergabung dengan komunitas belajar yang sudah ada atau belajar dari contoh-contoh CP pada mata pelajaran lain.Karena pada dasarnya,CP disusun dengan prinsip yang sama.

"Pemahaman terhadap CP sangat penting untuk memberikan layanan pembelajaran yang mendalam dan bermakna bagi peserta didik."


Ibu dan Bapak Guru, memahami CP adalah langkah pertama yang sangat penting, karena tentunya kita sebagai pendidik perlu memahami apa yang akan kita ajarkan.

Dengan berkolaborasi untuk memahami CP maka Ibu Bapak akan lebih siap dalam melaksanakan langkah selanjutnya, yaitu: menerapkan Tujuan Pembelajaran, Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran dan Mengembangkan Modul Ajar.

"Pemahaman kita terhadap apa yang harus dicapai menentukan cara kita untuk mencapainya".



(Sumber Video Pelatihan Mandiri di PMM)

Visi dan Misi Satuan Pendidikan

Perencanaan Pembelajaran"Lingkungan Belajar yang Nyaman "(Modul 1.1: Kurikulum Operasional Sekolah)

Visi dan Misi Satuan Pendidikan 


Salam dan Bahagia,Ibu dan Bapak Guru!

Halo, Selamat Datang di modul "Kurikulum Operasional Sekolah"

Pada materi pertama ini,kita akan belajar tentang cara merumuskan" Visi dan Misi Sekolah"


Dalam Pembelajaran dengan Paradigma Baru.Pemerintah Pusat menetapkan Kerangka Dasar Kurikulum untuk dijadikan acuan.

Berdasarkan kerangka tersebut, sekolah mempunyai kewenangan untuk merumuskan kurikulum operasional di tingkat satuan pendidikan yang diawali dengan merumuskan visi dan misi.

Dalam mempelajari materi ini, Ibu dan Bapak Guru perlu menggunakan dokumen"Panduan Pengembangan Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan"dan dokumen visi, misi sekolah yang Ibu dan Bapak Guru miliki untuk referensi.

Ibu dan Bapak, sebenarnya apa yang disebut visi dan misi?

Visi 
Merupakan cita-cita bersama untuk jangka waktu tertentu yang dirumuskan berdasarkan masukan dari seluruh warga sekolah.

Misi 
Adalah cara-cara yang dilakukan oleh sekolah dalam upaya mencapai visi tersebut.

Misalnya:

Jika kita akan berpergian, maka visi adalah tujuan yang ingin kita capai dalam rentang waktu tertentu. Sementara misi adalah cara untuk mencapai tujuan tersebut.

Kurikulum Operasional
Bersifat Fleksibel dan Dinamis 
Artinya:
"Satuan Pendidikan dapat mengembangkan sesuai karakteristik dan kebutuhan selama selaras dengan dasar yang ditetapkan oleh Pemerintah."


Visi dan misi yang merupakan salah satu komponen utama dalam Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan menjadi acuan seluruh kegiatan pembelajaran.


Pada peraktiknya
"Semua warga sekolah wajib berkomitmen untuk menerapkan 
nilai-nilai visi dan misi dalam kegiatan sehari-hari."

Untuk itu,penyesuaian visi misi ini menjadi kunci dan harus melalui tahap analisis karakteristik satuan pendidikan
serta memerlukan refleksi berkala sekitar 4-5 tahun sekali,untuk memastikan bahwa visi dan misi masih relevan.


Sebelum mengembangkan Kurikulum Operasionalnya, satuan pendidikan melakukan analisis yaitu:

"Karakteristik Satuan Pendidikan''
 Keadaan yang menggambarkan keunikan sekolah dalam hal murid,sosial, budaya, guru dan tenaga kependidikan serta lingkungan belajar.Untuk SMK, karakteristik melingkupi satuan pendidikan dan program keahliannya.


Satuan Pendidikan perlu menampung aspirasi warga sekolah karena visi dan misi menjadi arah yang dituju oleh seluruh warga satuan Pendidikan.

Untuk melakukan analisis lingkungan belajar,kita perlu memperhatikan:

Analisis Lingkungan Belajar

1. Pelibatan perwakilan warga Satuan Pendidikan (Kepala Sekolah, guru, murid,dan tenaga Kependidikan)
 
 2. Penggunaan data-data yang diperoleh dari situasi nyata/kondisi satuan pendidikan, seperti kondisi alam, sosial budaya, sumber pendanaan, sistem dan kebijakan di daerah, kemitraan,dan informasi lain yang sesuai.
 
 3.Pengalokasian waktu yang cukup untuk pengumpulan, pengorganisasian, analisis dan dokumentasi data

 4. Pemilahan informasi yang relevan dan menyimpulkan untuk mengembangkan strategi atau solusi yang bisa didapat dengan kuesioner, wawancara, diskusi kelompok terpimpin, observasi, maupun menggunakan data lain seperti dari rapor pendidikan.

Setelah mendapatkan gambaran kebutuhan warga satuan pendidikan dan sarana prasarana, satuan pendidikan dapat mulai menyusun visi dan misinya.

Ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

Visi

-Visi berupa gambaran masa depan yang ingin dicapai oleh satuan pendidikan

-Rumuskan visi yang bersifat realistis kredibel dan atraktif

-Isi sebaiknya mudah dipahami, relatif singkat, ideal, berfokus

Dan untuk merumuskan misi,mari kita lihat penjelasan berikut ini:

Misi

-Pernyataan misi menunjukkan secara jelas mengenai Apa yang hendak dicapai oleh satuan pendidikan.

-Rumusan misi selalu dalam bentuk kalimat yang menunjukkan tindakan, bukan kalimat yang menunjukkan keadaan sebagaimana pada rumusan visi.

-Antara indikator visi dengan rumusan misi harus ada keterkaitan secara jelas. Satu indikator PC dapat dirumuskan lebih dari satu rumusan misi

-Misi menggambarkan upaya bersama yang berorientasi kepada peserta didik


Saat melakukan analisis lingkungan belajar, pastikan visi,misi dan tujuan tidak bertentangan dengan kerangka kurikulum yang ditetapkan oleh pusat, yakni:

1.Tujuan Pendidikan Nasional 
2.Profil Pelajar Pancasila
3. Struktur Kurikulum 
4.Prinsip Pembelajaran dan Asesmen
5. Capaian Pembelajaran


Ibu dan Bapak, sebenarnya ada banyak cara untuk merumuskan visi dan misi.
Kami akan memberikan salah satu contoh.

Ibu dan Bapak bisa mengeksplorasi cara lain,selama prinsip-prinsip penyusunan visi dan misinya dilakukan.

Satuan Pendidikan  melibatkan seluruh warga sekolah:

1.Ajukan wawancara atau survei untuk mendapatkan informasi yang sejelas-jelasnya.
 
Berikanlah pertanyaan untuk murid sesuai dengan tahapan perkembangan belajarnya.Lihat contoh pertanyaan berikut:

Peserta Didik
-Apa kebutuhan yang ingin dipenuhi di satuan pendidikan ?
-Satuan pendidikan seperti apa yang kamu inginkan?
-Hal apa yang paling ingin didapat di satuan pendidikan ?
-apa yang paling penting bagi kamu di satuan pendidikan ?

Staf/Guru
-Mengapa memilih profesi sebagai pendidik/bekerja di satuan pendidikan? Apa yang ingin dicapai
-Apa harapan bagi pelajar yang ada di satuan pendidikan ini? Jika mereka keluar atau sudah lulus ingin mereka jadi individu seperti apa?
-apa nilai-nilai yang Anda percayai Bagaimana menanamkan itu pada pelajar tanya-tanya Apa perubahan diri yang diharapkan terjadi?

Orang Tua
-Mengapa memilih satuan pendidikan ini?
-Apa harapannya terhadap satuan pendidikan?
-Pribadi peserta didik seperti apa yang diharapkan?
-Apakah hal paling penting yang perlu dipelajari di satuan pendidikan?


 2. Analisis jawaban wawancara dan cari keterkaitan satu dengan yang lain. Kumpulkan persamaan dan rumuskanlah dalam satu kalimat visi.



Bagaimana dengan misi?

Saat visisudah di rumuskan,maka kita bisa mulai merumuskan misi:

A).Temukan indikator-indikator dalam visi

B).Mintalah beberapa kelompok perwakilan untuk membuat kalimat aksi sebanyak-banyaknya dari indikator visi

C). Kumpulkan dan analisa semua kalimat aksi yang telah dibuat

D). Rumuskan ke dalam kalimat sederhana, namun dengan cakupan yang lebih luas

Berikut contoh visi dan misi dengan konteks yang berbeda

Contoh: 1

Indikator Visi dan Misi

Konteks Sekolah
  - Berada di daerah pegunungan yang menjadi destinasi wisata

Beberapa harapan warga:
-Sekolah melahirkan murid-murid yang cerdas
-Sekolah melahirkan murid-murid yang berakhlak
-Sekolah melahirkan generasi yang bertanggung jawab
-sekolah melahirkan generasi yang peduli akan lingkungannya


Dengan menganalisa kontek sekolah maka Visi Sekolah adalah:

"Menjadi institusi terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan, menciptakan lulusan yang berprestasi, berakhlak mulia dan bertanggung jawab."


Dengan Melihat indikator Visi maka Misi Sekolah adalah:

1). Mendukung seluruh kegiatan murid yang sifatnya positif dan berlandaskan iman dan taqwa

2). Menanamkan sikap berbudi pekerti luhur dalam kegiatan sehari-hari

3). Memberikan konseling pendisiplinan terhadap murid secara berkala

4). Kegiatan berbahasa Inggris di sekolah

5). Menumbuhkan kesadaran akan lingkungan melalui program cinta lingkungan

6). Menjaga kelestarian alam melalui jalinan kerjasama yang baik antara warga sekolah dan sekitarnya dalam berbagai kegiatan lingkungan.


Contoh: 2

Indikator Visi dan Misi

Konteks Sekolah
  - Berada di kota besar

Beberapa harapan warga sekolah:
- Sekolah dapat melahirkan murid yang cerdas
-Sekolah mencetak murid yang unggul dalam teknologi
-Sekolah melahirkan generasi yang positif dan semangat
-semua warga sekolah saling menghargai dan menghormati.


Dengan menganalisa Konteks Sekolah maka Visi Sekolah adalah: 

"Mencetak lulusan yang cerdas, unggul dalam IPTEK dan berwawasan Global dengan berlandaskan Pancasila."


Dengan Melihat indikator Visi maka Misi Sekolah adalah:

1). Melaksanakan program pembelajaran aktif, inovatif, kreatif dan menyenangkan dengan pendekatan STEAM

2). Berperan aktif dalam kegiatan lomba akademik dan non-akademik

3). Membudayakan hidup disiplin, berjiwa sosial, berbudi pekerti luhur sesuai dengan nilai-nilai Pancasila

4). Melengkapi sarana dan prasarana pendidikan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

5). Menumbuhkan dan meningkatkan budaya literasi

6).Mendorong kegiatan yang bersifat kolaborasi dan interaksi dengan organisasi-organisasi lokal dan internasional


Ibu dan Bapak Guru, ada beberapa tips yang dapat digunakan untuk membantu proses fasilitasi dalam perumusan visi dan misi. Mari kita lihat tips berikut ini:

Tips Menyusun Visi

a).Sesuaikan pertanyaan untuk peserta didik dengan tahapan perkembangan atau belajarnya

b). Tenaga kependidikan terkadang tidak melihat dirinya sebagai pendidik berikan pengantar bahwa bekerja di satuan pendidikan adalah pendidik, apapun perannya.

c). Untuk wakil orang tua, perlu cermat memilih perwakilan agar representative (orang tua baru dan lama, orang tua kritis terhadap tujuan pendidikan untuk peserta didik dan paham alasan memilih satuan pendidikan tersebut)


Tips Menyusun Misi

Untuk membuat kalimat aksi yang jelas, gunakan kata kerja operasional yang bersifat umum yang bisa diterjemahkan menjadi pertanyaan spesifik.

Contoh:
- Menjadi satuan pendidikan yang menginspirasi perubahan.
-Menginisiasi aksi-aksi nyata dalam rangka mendidik masyarakat mengenai cara hidup ramah lingkungan


Ibu dan Bapak, sekian materi tentang visi dan misi sekolah.

Visi dan misi dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun rencana pembelajaran sehingga

 "Konseptual dan Bermakna".


Sebagai penutup, mari kita refleksikan bersama beberapa hal menyangkut visi dan misi ini:

Visi:

-Apakah visi menggambarkan harapan seluruh warga satuan pendidikan ?

-Apakah visi menyatakan tujuan besar yang ingin dicapai satuan pendidikan ?

  - Apakah isi sudah berpusat pada peserta didik?


Misi:

-Apakah misi jelas menyatakan hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai visi ?

-Apakah semua warga satuan pendidikan mengalami hal-hal yang menjadi prioritas untuk mencapai visi ?


Selamat Belajar Ibu dan Bapak Guru Hebat!

 Salam dan Bahagia 


"Pada praktiknya, semua warga sekolah wajib berkomitmen untuk menerapkan nilai-nilai visi dan misi".

Rabu, 07 Desember 2022

Struktur Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka

 9.Struktur Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka


Salam dan Bahagia,..
Halo Ibu dan Bapak Guru, jumpa lagi di modul Pembelajaran Paradigma Baru.

Sekarang kita sampai di materi terakhir di topik ini,yaitu:

"Struktur Pembelajaran dalam Kurikulum Prototipe (Kurikulum Merdeka)"


Pembelajaran dengan Paradigma Baru merupakan upaya menumbuhkan Pembelajar sepanjang hayat yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.

Proses Pembelajaran dengan Paradigma Baru dilaksanakan melalui Kurikulum Prototipe yang memuat program:

1.Intrakurikuler 
2.Ekstrakurikuler dan 
3.Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila 

Bagaimanakah pelaksanaannya pada setiap jenjang ?

Apa saja perubahan utama pada struktur pembelajaran kali ini ?

Yuk kita langsung saja pada pembahasannya.


Intrakurikuler berisi muatan atau mata pelajaran dan muatan tambahan lainnya seperti muatan lokal,jika memang ada di satuan pendidikannya.

Berbagai kegiatan dapat dilakukan untuk membantu murid mencapai kompetensi yang diharapkan.

Rancanglah kegiatan yang menarik, membangun rasa ingin tahu murid dan dihubungkan dengan kehidupan atau lingkungan sekitarnya sehingga menjadi bermakna.

Dalam proses pembelajaran, Ibu dan Bapak Guru memfasilitasi murid untuk mengamati,bertanya,dan,mengumpulkan informasi dari lingkungan nyata,menalar kritis, mengasosiasi, dan mengkomunikasi temuannya.

Dalam setiap tahapan tersebut,murid melakukan refleksi terhadap proses belajarnya.

Semua proses ini dilakukan dalam suasana aman, nyaman, saling menghargai dan sesuai kebutuhan murid.

Apa yang dapat kita lakukan untuk membantu murid dalam mengumpulkan informasi dari lingkungan nyata ?

Berikut adalah beberapa contoh yang bisa dilakukan.

Misalnya:

1).Memberikan kesempatan pada murid untuk ke halaman sekolah dan belajar tentang tanah pada pelajaran IPA atau

2). Ke pasar untuk observasi dan mewawancarai pedagang dan pembeli saat belajar tentang proses jual beli pada pelajaran ekonomi.


Wah,seru sekali ya 
Lebih lanjut,Ibu dan Bapak dapat melihat beberapa perubahan utama pembelajaran di setiap jenjang pada kurikulum prototipe ini.


Apa saja ya?

Pertama,
Pada fase pondasi yaitu PAUD pada jenjang ini murid akan belajar melalui kegiatan bermain yang mencakup antara lain : literasi, numerasi, agama ,moral dan sebagainya

Pendidikan PAUD mempersiapkan murid untuk jenjang pendidikan berikutnya yaitu Sekolah Dasar (SD).

Selanjutnya,
Pada jenjang SD pada pelajaran IPA dan IPS dilebur menjadi IPAS.

Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa anak usia SD masih dalam tahap berpikir konkret (sederhana),holistik, komprehensif dan tidak detail.

Meskipun IPAS belum diajarkan secara spesifik di fase A, tetapi bukan berarti mereka tidak belajar IPA dan IPS. Muatan pelajaran IPAS terintegrasi pada mata pelajaran lain.


Pada jenjang SMP,
mata pelajaran informatika menjadi mata pelajaran wajib.


Pada jenjang SMA murid lebih dipersiapkan kepada minat yang menunjang pilihan pendidikan pada jenjang berikutnya.

Sehingga pembelajaran dibagi menjadi mata pelajaran umum dan program peminatan.


Program peminatan,dimulai di kelas 11. Pada program peminatan di SMA, murid diperbolehkan mengambil beberapa mata pelajaran pilihan sesuai minat, bakat dan aspirasinya,meskipun pelajaran itu lintas jurusan.


Dalam program peminatan,apabila sumber daya yang memungkinkan, sekolah juga dapat membuka Kelas Mata pelajaran baru.

Misalnya:
Kelas bahasa Jerman, kelas tata boga, kelas budidaya kopi dan lain-lain.


Untuk jenjang SMK,
Sekolah dapat mengambil kelompok Mata Pelajaran Vokasi dan Prakarya yang berkolaborasi dengan masyarakat industri sekitar.

Sehingga pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri pada lingkungannya.


Terakhir,untuk sekolah luar biasa( SLB) Penggunaan Capaian Pembelajaran akan berbeda-beda karena bergantung pada hasil analisis usia mental murid.

Karena meskipun usia kronologisnya sama,tapi bisa saja usia mentalnya berbeda.


Untuk kegiatan ekstrakurikuler, kegiatannya tetap diadakan pada pembelajaran dengan kurikulum prototipe.

Pelaksanaannya dapat dikembangkan oleh satuan pendidikan sesuai dengan kapasitas dan minat karakteristik murid.


Selanjutnya,mari kita bahas mengenai pembelajaran projek.

Program ini merupakan pembelajaran berbasis projek yang ditujukan untuk Penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Melalui tema yang telah ditetapkan yaitu:

1.Gaya Hidup Berkelanjutan 
2.Kearifan Lokal 
3.Bhinneka Tunggal Ika 
4.Bangunlah Jiwa dan Raganya 
5.Suara Demokrasi 
6.Berekayasa dan Berteknologi untuk membangun NKRI 
7.Kewirausahaan 


Dalam pelaksanaannya,kegiatan ini mempunyai alokasi waktu sendiri dan tidak terikat dengan mata pelajaran apapun.

Asesmen yang dilakukan pun berfokus pada ke-6 dimensi Profil Pelajar Pancasila.

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila memberikan pembelajaran yang kontekstual,mengasah kemampuan berpikir,dan pemecahan masalah kepada murid.

Murid akan belajar mengaplikasikan ilmu lintas disiplin pada program ini.


Sekarang kita bahas tentang assesmen, Sebenarnya apa sih asesmen itu?

Asesmen merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengetahui kebutuhan belajar,perkembangan dan pencapaian hasil belajar.

Kita mempunyai kewenangan untuk merancang menentukan teknik,dan waktu pelaksanaan asesmen sesuai dengan kondisi dan kebutuhan.

Dalam hal ini 

"Asesmen berperan memberikan informasi sebagai umpan balik bagi guru murid dan orang tua agar dapat memandu mereka dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya".

Hasil asesmentl juga menjadi bahan refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran.


Dengan demikian, assesmen yang dilakukan di kelas,bukan hanya memberikan data perkembangan belajar murid,tetapi juga 

"Upaya untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran".


Ini akan dipelajari lebih lanjut pada topik asesmen.


Ibu dan Bapak Guru, Pada pelaksanaan kurikulum prototipe,

"Satuan pendidikan juga memiliki keleluasaan ( kebebasan ) untuk menentukan Alokasi Waktu Pembelajaran."


Ada tiga alternatif model pembelajaran yang dapat diadaptasi yaitu:
Model Reguler,Blok dan Model Kolaborasi.

1.Model Reguler 
Adalah model pembelajaran yang paling umum digunakan
" Setiap pembelajaran dilakukan terpisah antara satu mapel dengan mapel lainnya.

2.Model Blok
Pada model blok waktu pelajaran dikelola dalam bentuk blok-blok waktu

Misalnya :
Dalam 1 semester mata pelajaran IPA diajarkan dalam 3 bulan pertama, kemudian 3 bulan selanjutnya digunakan untuk mata pelajaran IPS.

3.Model Kolaborasi
Pada model kolaborasi, guru berkolaborasi sedemikian rupa untuk merencanakan,melaksanakan,dan Melakukan asesmen untuk suatu pembelajaran yang terpadu.

Misalnya:
Kolaborasi antara bahasa Indonesia dan seni musik.Murid membuat lirik puisi dan membuat lagu dari lirik tersebut.


Dalam menentukan lokasi waktu ini, pertimbangkanlah

"Sarana-prasarana,jam mengajar guru, atau strategi lainnya."agar pengorganisasian kegiatan belajar berjalan lancar.


Ibu dan Bapak Guru, selain keleluasaan dalam menentukan alokasi waktu,kita juga mempunyai keleluasaan untuk memilih dan memberikan perangkat ajar kepada murid,selama masih ada dalam prinsip Pembelajaran dengan Paradigma Baru.Jadi 

"Perangkat ajar bukan saja melalui buku teks, tetapi bisa menggunakan media lain seperti ":

a). Modul Ajar
b). Modul Projek
c). Buku non teks 
d). Video 
e). Media Cetak /media digital 


Ibu dan Bapak Guru,

Sampai di sini "Materi Struktur Pembelajaran dalam Kurikulum Prototipe".

Ibu dan Bapak diharapkan untuk selalu ingat bahwa struktur ini di desain dengan 

"Prinsip Pendidikan yang berpusat pada murid ,sehingga dalam pelaksanaannya harap diperhatikan bahwa masing-masing satuan pendidikan dapat menyesuaikan kurikulum sesuai dengan konteksnya".


Setelah semua materi pada topik kurikulum kita pelajari kira-kira Apa yang harus kita persiapkan atau perbaiki dalam penerapan struktur pembelajaran ini di satuan pendidikan masing-masing?

Semangat dan belajar terus ya
Ibu dan Bapak Guru Hebat!


Salam dan Bahagia



Jangan Lupa....


"Struktur pembelajaran pada kurikulum merdeka di desain dengan prinsip pendidikan yang berpusat pada murid. Dalam pelaksanaannya masing-masing satuan pendidikan dapat menyesuaikan kurikulum sesuai dengan konteksnya."




Referensi:

1. Pusat Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan. 2020. Naskah Akademik Program Sekolah Penggerak. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan teknologi

2. SK Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi No. 008/H/KR/2022 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Pada Kurikulum Merdeka.

3. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. 2021. Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 162/M/2021 tentang Sekolah Penggerak. Jakarta.




(Sumber Video Pelatihan Mandiri di PMM)

Kompetensi, Capaian Pembelajaran dan Profil Pelajar Pancasila

Kurikulum Merdeka

 8. Kompetensi, Capaian Pembelajaran dan Profil Pelajar Pancasila


Salam dan Bahagia,Ibu dan Bapak Guru!

Selamat datang kembali pada Modul Pembelajaran dengan Paradigma Baru.

Pada materi sebelumnya, Ibu dan Bapak Guru sudah mengetahui mengenai Capaian Pembelajaran dan posisinya dalam struktur Kurikulum Prototipe.

Nah,pada materi kali ini kita, akan membahas mengenai kaitan

 "Kompetensi Capaian Pembelajaran dan Profil Pelajar Pancasila"


Sebelum membahas kaitan ketiga hal tersebut,mari kita pahami dulu sekilas tentang Profil Pelajar Pancasila.

Profil Pelajar Pancasila menggambarkan karakteristik pelajar yang diharapkan akan terbangun seiring dengan perkembangan dan kemajuan proses pendidikan setiap individu.

" Untuk mewujudkan cita-cita Profil Pelajar Pancasila diperlukan kerjasama dari seluruh komponen satuan pendidikan".


Profil Pelajar Pancasila dijabarkan melalui 6 dimensi ,yaitu:

1.Beriman,Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak mulia.
 2. Mandiri, 
 3. Bernalar kritis 
 4. Kreatif
 5. Bergotong-royong 
 6. Berkebhinekaan Global 

Ke-6 dimensi ini harus dibangun terus-menerus secara konsisten.

Sejak fase pondasi di PAUD sampai di akhir fase F,atau setelah lulus dari SMA/ SMK.

"Profil Pelajar Pancasila merupakan karakter dan kompetensi yang menjadi fokus sistem pendidikan nasional"

Merumuskannya adalah langkah pertama yang sangat penting dalam penyusunan 

"Strategi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia"Termasuk dalam perancangan kurikulum.


Ibu dan Bapak Guru, untuk membangun ke-6 dimensi Profil Pelajar Pancasila, satuan pendidikan harus memastikan bahwa kegiatan dan pengalaman belajar sehari-hari murid terkait dengan keenam dimensi tersebut.

Keenam dimensi ini menjadi rujukan bagi guru saat menurunkan Capaian Pembelajaran menjadi Alur Tujuan Pembelajaran, maupun Modul Ajar.

Disamping itu,juga saat membangun lingkungan belajar yang nyaman.

Kita bisa menganggap proses mewujudkan Profil Pelajar Pancasila sebagai proses menanam benih.

Untuk tumbuh, tanaman perlu tanah yang subur dan juga matahari yang cukup.Lingkungan tempat tanaman ini dapat kita anggap sebagai lingkungan belajar.

Namun, tanaman setiap harinya juga memerlukan air juga pupuk agar mendapatkan nutrisi yang lebih baik.

Air dan nutrisi tambahan ini dapat kita analogikan sebagai kegiatan dan pengalaman belajar sehari-hari di kelas.

Jika benih memiliki lingkungan tumbuh yang baik,mendapat air yang cukup dan nutrisi yang baik setiap harinya,efeknya benih dapat tumbuh dengan baik menjadi tanaman dewasa yang kuat dan kokoh.

Lalu,Bagaimana menanamkan profil Pancasila pada pembelajaran di kelas ?

 
Mari kita simak contoh:

Pembelajaran IPS yang dilakukan ibu Liya di jenjang SMP. Ibu Liya dan muridnya sedang belajar mengenai konsep mengelola keuangan sederhana di era digital.

Ia mengajak muridnya untuk: Menganalisis kebutuhan dan keinginan dalam perilaku murid ketika membeli sesuatu.

Mengumpulkan data mengenai usaha manusia dalam memenuhi kebutuhan di lingkungan sekitarnya secara berkelompok.

Mewawancarai narasumber langsung mengenai kemajuan teknologi dalam pengelolaan keuangan,seperti dompet digital dan membuka rekening secara daring.

Menganalisis risiko dari membeli dengan kredit/cicil, baik secara langsung maupun Melalui aplikasi digital.

Di akhir pembelajaran,muridnya diajak untuk membuat sebuah tujuan yang dinyatakan berdasarkan nilai uang atau financial goals.

Misalnya:

Tujuan untuk membeli sebuah tas seharga Rp.100.000 dalam waktu 1 bulan.

Kemudian muridnya melakukan perencanaan keuangan untuk mencapai tujuan tersebut.

Apa saja pengeluaran yang berkaitan dengan kebutuhannya sehari-hari ?

Berapa banyak yang ia bisa tabung setiap minggunya ?dan sebagainya..
Lalu mereka mencatat pada lembar kerja.

Melalui pembelajaran itu,Ibu Liya menanamkan dimensi :

"Mandiri ":Muridnya diajarkan untuk mencari informasi sendiri tidak bergantung pada gurunya, juga belajar untuk mengelola keuangannya secara mandiri, 

"Bernalar Kritis": melalui kegiatan diskusi, menganalisis konsep, serta menganalisis resiko.

 "Bergotong Royong": melalui kegiatan-kegiatan kelompok.

Ibu Liya menanamkan dimensi-dimensi ini kepada muridnya melalui capaian pembelajaran  yang diturunkan menjadi kegiatan dan pengalaman belajar sehari-hari.


Ibu dan Bapak Guru

" Setiap guru ,mata pelajaran apapun itu, memiliki peran dalam mewujudkan ke-6 dimensi pada Profil Pelajar Pancasila."

Jadi, saat membuat perencanaan pembelajaran cobalah renungkan,

"Bagaimana mata pelajaran saya dapat menanamkan ke-6 dimensi Profil Pelajar Pancasila ?"

"Dengan begitu kita dapat memberikan kegiatan dan pengalaman belajar yang bermakna,"

Dan sekaligus membangun kompetensi dan karakter, sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.

Selamat Belajar berproses Ibu dan Bapak Guru Hebat!

Mari kita wujudkan bersama cita-cita besar untuk memiliki Profil lulusan Pelajar Pancasila demi Indonesia yang lebih bermartabat.

Salam dan Bahagia 



"Setiap guru, mata pelajaran apapun itu, memiliki peran dalam mewujudkan ke 6 dimensi pada profil pelajar Pancasila."


Referensi:

1. Pusat Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan. 2020. Naskah Akademik Program Sekolah Penggerak. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

2. Tim Penyusun. Naskah Akademik Profil Pelajar Pancasila. 2020. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.


(Sumber Video Pelatihan Mandiri di PMM)

Capaian Pembelajaran dalam Kurikulum (Pembelajaran Paradigma Baru)


KURIKULUM MERDEKA

7.Capaian Pembelajaran dalam Kurikulum (Pembelajaran Paradigma Baru)


Salam dan Bahagia Ibu dan Bapak Guru !

Selamat Datang kembali pada topik Kurikulum.

Pada materi sebelumnya, Ibu dan Bapak Guru sudah mengetahui apa itu Capaian Pembelajaran dan bagaimana Capaian Pembelajaran disusun.

Nah,pada materi kali ini,kita akan membahas mengenai letak Capaian Pembelajaran dalam Kurikulum Prototipe.


Dalam struktur Kurikulum Prototipe, capaian pembelajaran, atau CP,menjadi acuan yang kita pakai untuk pembelajaran Intrakurikuler.


" Kompetensi-kompetensi pada Capaian Pembelajaran kita turunkan menjadi Tujuan Pembelajaran (TP),
 yang tersusun sebagai sebuah alur untuk satu fase."

Ini kita sebut sebagai
"Alur Tujuan Pembelajaran atau ATP."

Kemudian kita menyusun rencana dan strategi pembelajaran atas dasar ATP tersebut.

"ATP digunakan untuk menentukan modul ajar yang kita kembangkan maupun yang kita pilih."

Seperti yang juga Ibu dan Bapak pelajari di Topik Perencanaan Pembelajaran.

Kompetensi pada pembelajaran intrakurikuler sebelumnya mencakup pada ranah:
1.Sikap 
2.Pengetahuan dan 
3.Keterampilan 
yang masing-masing berdiri sendiri.

Kompetensi Merupakan sebuah kesatuan,tidak sepatutnya di pisahkan.

"Pada capaian pembelajaran kompetensi disebut sebagai sebuah kesatuan"

Ini yang menjadi salah satu dasar dalam merumuskan kompetensi pada Capaian Pembelajaran.

Kompetensi adalah rangkaian dari proses belajar konsep ilmu pengetahuan.

Mulai dari "Memahami suatu konsep ilmu pengetahuan juga sikap dalam belajar."Seperti motivasi belajar,rasa ingin tahu, dan lain sebagainya.

Sampai akhirnya dapat "Menggambarkan (menggambarkan) pengetahuan dan keterampilannya untuk mencapai tuntutan kognitif yang lebih tinggi.''

Misalnya:
Mengajukan solusi kreatif,bukan sekedar menjawab pertanyaan.

Jadi, saat Ibu dan Bapak Guru melakukan asesmen untuk mengukur penguasaan kompetensi,maka secara langsung asesmen tersebut meliputi ketiga ranah di atas.yaitu:
A.Sikap 
B.Pengetahuan dan 
C.keterampilan 

jadi tidak perlu kita pisahkan.

"Asesmen cukup melihat pada kompetensi yang ada pada Capaian Pembelajaran."

Seperti yang sudah kita pelajari di materi sebelumnya.Capaian Pembelajaran disusun dengan memperhatikan tahapan perkembangan murid sesuai usianya.


Hal ini merupakan bagian dari konsep "Teaching at the right level atau mengajar Pada tahapan pembelajaran yang sesuai.

Konsep ini menjadi salah satu semangat dalam Merdeka belajar.

Melalui konsep tersebut pula,murid mendapatkan pembelajaran yang disesuaikan dengan tingkat capaian atau kemampuan awalnya.

Untuk membantu "Teaching at the right level"ini, guru dapat Melakukan asesmen diagnostik untuk melakukan pemetaan profil murid.

Setelah itu murid dapat dikelompokkan sesuai dengan kompetensi awalnya.

Dengan demikian, Guru dapat menyusun pembelajarannya sesuai kompetensi awal tersebut, bukan hanya melihat dari usia dan kelasnya.

Guru dapat membedakan aktivitas pembelajaran maupun konten isi, untuk menjamin setiap Murid memiliki kesempatan,untuk mencapai kabupaten yang diharapkan,serta menjadi individu yang berkembang.

Kondisi seperti ini disebut pembelajaran berdiferensiasi.

Salah satu penerapan prinsip "Teaching at the right Level",

Misalnya:

Ditemukan kondisi murid kelas VIII SMP yang kemampuan dasarnya belum sampai pada level kemampuan jenjang tersebut.....

Maka, guru perlu memberikan intervensi yang sesuai dengan kemampuan murid saat itu.Tidak perlu menunggu sampai akhir tahun.

Intervensi dilakukan untuk meningkatkan kebutuhan belajarnya agar siap menerima pengajaran yang ada di level kelas VIII SMP.

Contoh lain :

Ada kondisi dimana murid fase C di kelas 5 SD,dengan kemampuan membaca masih di fase B....

Guru dapat melakukan penyesuaian pembelajaran sesuai dengan kemampuan membaca murid.

Namun tetap memberikan intervensi yang sesuai agar kemampuan membaca murid dapat meningkat sesuai tahapannya.


Ibu dan Bapak Guru,

" Capaian Pembelajaran adalah kompetensi dan karakter yang ingin dicapai"

Kompetensi yang dirumuskan pun digambarkan sebagai sebuah kesatuan.

"Capaian Pembelajaran menjadi acuan kita untuk menyusun tujuan pembelajaran di kelas."

 Proses pembelajaran yang dilakukan perlu 

"Memberikan kesempatan murid untuk belajar sesuai dengan kompetensi awal mereka".


Ibu dan Bapak Guru dapat mempelajari lebih lanjut mengenai implementasi konsep"Teaching at the right level"pada topik

 "Penyusunan Pembelajaran dengan Kebutuhan dan Karakteristik Murid"


 Selamat Belajar dan Berproses Ibu dan Bapak Guru Hebat!


Salam dan Bahagia !


"Capaian Pembelajaran  menjadi acuan kita untuk menyusun tujuan pembelajaran di kelas.


Referensi:

1. Pusat Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan. 2020. Naskah Akademik Program Sekolah Penggerak. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan teknologi

2. SK Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi No. 008/H/KR/2022 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah Pada Kurikulum Merdeka.

3. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. 2021. Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 162/M/2021 tentang Sekolah Penggerak. Jakarta.



(Sumber Video Pelatihan Mandiri di PMM)

Doa Pembuka Rezeki dan Terhindar Musibah

Doa Pembuka Rezeki dan Terhindar Musibah  🌿 Doa dari Al-Qur’an Doa Memohon Rezeki yang Luas dan Berkah 📖 QS. Al-Maidah: 114 "Allahumm...