Sabtu, 26 September 2020

Cerita Guru Berprestasi 3 Dari Kepahiang

Malam ini terasa makin menggugah wow,membaca cerita dan kisah Guru berprestasi.kenapa tidak karena yang saya baca cerita kali ini ternyata Guru Kabupaten tetangga,yaitu : Guru SMPN 1 Kepahiang Provinsi Bengkulu.Karena Saya berada di Kabupaten Rejang Lebong.Saya semakin tertarik,karena Kabupaten Kepahiang awalnya masuk Rejang lalu memisah menjadi kabupaten baru.Ini kisah dan ceritanya:

#Buah dari Kerja Keras dan Kerja Ikhlas


       Oleh Reevi Haryanto,S.Pd


Alhamdulilah syukur saya panjatkan kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan ini. Saya pun diminta segera untuk menyiapkan berbagai dokumen untuk perjalanan ini. Dengan semangat 45 seluruh perlengkapan yang diminta saya selesaikan dan dikirim ke panitia. Kami berkesempatan untuk belajar di China University of Minning and Technology (CUMT) yang berada di Kota Xuzhou Provinsi Jiangshu. Saat mengetahui kami akan belajar di sana, saya mencoba browsing melalui internet berapa jauh jarak kota tersebut ke Great wall. Ternyata kota Xuzhou terletak di bagian selatan China sedangkan Great wall terletak bagian utara dari negara China. Sayapun berdoa semoga  bisa sampai ke Great wall yang merupakan salah satu keajaiban dunia.


Saat tiba di Kota Xuzhou masih musim dingin dengan suhu 0 0C – 8 0C. Kami mencoba untuk beradaptasi dengan kondisi tersebut. Jadwal pelatihan sudah tersusun dengan baik dari kampus CUMT dengan berbagai materi antara lain dasar-dasar Bahasa China, belajar tulisan China, budaya-budaya di China, perkembangan Pendidikan dan teknologi di China, kunjungan ke situs-situs budaya, kunjungan ke sekolah-sekolah mulai dari Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi.


 


Kami mendapatkan materi tersebut dari narasumber yang luar biasa. Untuk di ketahui  bahwa guru-guru di China jarang sekali duduk selama menyampaikan materi, sehingga di kelas jarang tersedia kursi bagi guru. Jumlah siswa dalam satu kelas dapat mencapai 50 orang, namun pembelajarannya sangat menyenangkan. Siswanya  sangat tertib dan aktif selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu juga pemanfaatan TIK dalam pembelajaran sudah berkembang dengan sangat baik di sekolah. Sungguh pengalaman yang berharga dapat observasi langsung bagaimana perkembangan Pendidikan dan proses pembelajaran di China.


 


Setelah beberapa hari mengikuti penyampaian materi dari narasumber, kami pun mencoba mencermati jadwal pelatihan yang ada dan ternyata tidak ada jadwal untuk kunjungan ke Great walls. Ternyata hal itu juga dilakukan oleh teman-teman saya, Mungkinkah kita yang sudah berada di China untuk dapat ke Great wall??. Terasa hampa rasanya sudah di daratan China tapi belum sampai di Great wall yang merupakan salah satu situs keajaiaban dunia. Perlu diketahui ternyata jarak kota Xuzhou ke Beijing hampir 900 km. Jika menggunakan bus membutuhkan waktu lebih dari 12 jam. Suatu perjalanan yang memakan waktu cukup lama dan melelahkan. Kamipun bermusyawarah dengan teman-teman bersama tim pendamping agar dapat memberikan solusi bagi kami yang sudah di China tapi belum sampai ke Great wall.


 


Akhirnya agar jarak waktu tempuh lebih efisien, kami sepakat untuk menggunakan kereta cepat dan menambah biaya transport. Dengan menggunakan kereta cepat,jarak 900 km ditempuh dalam waktu sekitar 3 jam dengan biaya 300 yuan (kira-kira Rp 600.000). Ini adalah suatu pengalaman pertama yang luar biasa dapat naik kereta cepat sambil menikmati pemandangan yang indah sepajang perjalanan dengan sesekali masuk ke dalam torowongan bawah tanah. Ini suatu kemajuan mode transportasi yang luar biasa di China.


 


Setelah tiba di kota Beijing, kami langsung melanjutkan perjalanan menggunakan bus ke Great wall. Rasa haru menyelimuti saya saat dapat menapakkan kaki pada anak tangga Greats walls. Syukur alhamdulillah seorang guru yang dari desa dengan izin Allah dapat sampai di sini. Itu pikiran saya saat itu. Saat itu saya membayangkan bagaimana manusia dapat membangun tembok yang gagah ini? Berapa orang yang bekerja? Berapa biaya yang habiskan?? Serta berapa lama waktu untuk membangun tembok tersebut?. Di sekelilingnya tersaji pemandangan bukit batu yang sangat indah.


 


Saat melangkah kaki di anak tangga kita harus hati-hati karena ukuran setiap anak tangga dan derajat kemiringannya berbeda-beda. Saya pun sempat hampir terpeleset saat itu, untung pada bagian pingir tembok terdapat pegangan yang terbuat dari besi. Saya pun berpegangan pada besi tersebut untuk menaiki anak-anak tangga di Great wall. Entah berapa banyak anak tangga yang dilewati untuk sampai pada suatu Menara. Antar Menara satu dengan yang lain memiliki jarak hampir 1 Km dan kami hanya mampu melewati tiga Menara. Sebagai rasa syukur di Menara yang ketiga ini saya membentangkan bendera merah putih dan selempang rumah belajar. Seluruh teman-teman tampak gembira bisa sampai ke Great wall. Great wall merupakan suatu hasil mahakarya buatan manusia yang luar biasa yang sangat pantas mendapat julukan sebagai tujuh keajaiban dunia dari UNESCO.


 


Selama perjalanan ini kami didampingi oleh mahasiswa Indonesia yang kuliah di Beijing yang telah ditunjuk oleh Kedutaan Besar RI di China. Mereka mendamping kami dengan penuh rasa persaudaraan dan tanggung jawab. Mereka terus memantau rombongan untuk memastikan bahwa kami  tetap berada pada kelompok yang telah ditentukan. Bersama tim kami juga berkeliling ke beberapa sudut kota Beijing seperti ke Kawasan kota Terlarang  merupakan kompleks istana kekaisaran, Lapangan Tian Men yang merupakan pusat Pemerintahan negara China serta ke Kedutaan Besar RI. Walaupun hanya satu malam menginap di Beijing, kami ditempatkan di hotel yang sangat mewah oleh Kedubes RI.


 


Saya sudah sering menginap di hotel-hotel di Indonesia dalam berbagai event, tapi baru kali ini merasakan menginap di hotel yang sangat mewah ini. Sungguh suatu nikmat yang luar biasa dari Allah SWT. Sehubungan jadwal kepulangan ke kota Xuzhou sudah tiba, Kami dan tim bergegas untuk menuju stasiun setelah sebelumnya sempat berbelanja souvenir di salah satu pusat perbelanjaan di Beijing. Di perjalanan kami mendapat kabar baik dari Ketua tim kami yang menyampaikan bahwa dari Kedutaan Besar RI di Beijing memberikan bantuan uang transpor kami sebesar 500 yuan. Ini adalah sesuatu yang juga diluar dugaan kami, karena kami berpikir sudah sampai di Great wall itu adalah suatu yang luar biasa.


 


Suatu anugerah dan nikmat yang luar biasa dapat sampai ke Great wall. Tidak terbayangkan bisa berangkat ke sana dengan uang saya sendiri. Ini semua adalah buah kerja keras dan kerja ikhlas yang saya lakukan  dalam berkarya untuk anak bangsa dan semuanya ini adalah rencana Allah SWT yang tak pernah kita duga. Yakinlah bahwa Allah tidak tidur melihat usaha yang telah kita lakukan. Dengan keiklasan, Insya Allah proses tidak akan menghianati hasil yang akan berbuah manis diakhirnya


 

Itulah Cerita dan kisah Guru Berprestasi yang berhasil keluar Negeri,yang merupakan tetangga
semoga akan ada Guru berprestasi lainnya yang berhasil dari Provinsi Bengkulu aminn..

Cerita Guru Berprestasi 1

Malam ini saya ingin membaca kisah-kisah Guru-guru berperestasi yang berhasil berangkat ke Luar Negeri.salah satunya kisah Om Jay.ini cerita dan kisah beliau:

#Kisah Nyata Omjay


Alhamdulillah malam itu saya jadi jutawan. Dapat uang puluhan juta. Dikasih langsung tanpa transfer antar bank. Serasa mimpi tapi nyata.

Lumayan juga diajak  belajar kursus singkat ke luar negeri. Sehari uang sakunya sejuta. Jadi 21 hari dapat uang saku 21 juta. Jumlah yang sangat banyak bagi seorang guru.

Alhamdulillah. Selalu bersyukur kepada Allah sang Maha Pemberi Rezeki. Sudah diarur rezwkinya kita masing masing dan tak akan tertukar.

Ayo semangat. Akan banyak kejutan rezeki setelah kita berprestasi dan menginspirasi. Niatkan untuk selalu berbagi. Uang yang didapat adalah bonusnya. Ridho Allah lebih utama.

Omjay juga awalnya tidak percaya. Malam sebelum kami berangkat, semua peserta yang akan berangkat ke luar negeri tanda tangan uang saku sebesar 21 juta. Jumlah yang cukup besar.

Kami semua bersyukur karena tidak mengira dikasih uang saku sebanyak itu. Besok paginya banyak yang ke money changer tukar uang yuan china. Ada juga yang memang dari awal meminta dalam bentuk yuan, mata uang china.

Jadi benar kata pepatah. Banyak memberi akan banyak menerima. Hiduplah dengan memberi sebanyak-banyaknya, bukan menerima sebanyak-banyaknya.

Setiap lomba guru diikuti saja sambil santai. Menurut teman guru dari bengkulu, faktor keberuntungan itu membawa dirinya pergi ke luar negeri. Jadi bukan karena pintar. Faktor X terkadar berpengaruh. Berdoa dan berusaha itu kuncinya. Kreativititas guru itu pintunya.

Satu lagi pengalaman omjay. Ikut lomba duta rumah belajar putekkom kemdikbud itu enaknya online. Jadi kita bisa belajar dari rumah masing masing dan tidak perlu meninggalkan sekolah atau rumah. Kalau lolos baru kemudian kita kopdar dan bertemu dengan guru guru hebat lainnya dari seluruh indonesia.

Semua biaya transportasi dan akomodsi serta uang saku diberikan oleh pustekkom kemdikbud. Kalau lolos perjuangannya terbayar sudah. Kalau tidak lolos jangan patah semangat. Tahun depan ikut lagi. Pak guru di daerah 3T gagal 2 tahun berturut turut. Tahun ketiga baru bisa lolos dan jadi juara mewakili Provinsi bengkulu.

Begitu juga kalau kita ikut lomba inovasi pembelajaran. Setiap tahun selalu ada dan naskah dikirimkan secara online.

Jadi lombanya online dan kalau lolos akan dianggil oleh kemdikbud ke Jakarta. Semua biaya akomodsi dan transportasi serta uang saku selama di jakarta diberikan oleh kemdikbud. Lelah menjadi lillah kalau semua itu dikerjakan dengan ikhlas dan riang gembira.

Pengalaman ibu umi guru agama islam patut diacungi jempol. Tahun pertama dan kedua beliau gagal jadi juara. Beliau ikut lagi yang ketiga kalinya dan mendapatkan juara pertama. Hadiahnya berangkat ke negara jepang. Pelajarannya adalah berkali kita gagal lekas bangkit dan cari akal. Berkali kita jatuh lekas berdiri jangan mengeluh.

Selama berada di china saya banyak belajar dari para juara olimpiade guru nasional atau ogn. Lalu guru berprestasi atau gupres serta juara duta rumah belajar pustekkom kemdikbud. Mereka memang layak jadi juara karena kerja kerasnya yg luar biasa.

Mereka itu memang multi talenta. Bisa nulis. Bisa nyanyi. Biasa pidato. Bahkan ada yg pintar menari. Saya menyebutnya guru serba bisa. Mereka adalah guru guru milenial yg omjay kenal.

Cerita panjang ini sengaja omjay tulis. Ini sebenarnya kisah nyata dari kesedihan saya dengan hilangnya matpel tik dalam k13.

Waktu itu saya marah krn matpel yg saya ampu dihapus dalam k13. Lalu kemudian saya sadar. Daripada marah sama pemerintah, kenapa tdk buat karya inovasi pembelajaran tik?

Lalu mulailah saya mewujudkan ide ide tsb dgn bekerjasama dgn guru lainnya.

Jadilah sebuah judul karya inobel, meningkatkan keterampilan menulis siswa melalui pembuatan buku fiksi dan non fiksi.

Anak anak saya ajak bikin buku keroyokan. Setiap kelas menerbitkan 2 buah buku. Buku fiksi dan non fiksi. Jadilah 14 buku yg saya pamerkan di depan dewan juri inobel.

Buku dibuat dlm bentuk cetak dan digital sehingga semua org bisa akses di blog saya di wijayalabs.com.

Alhamdulillah terpilih menjadi juara ketiga. Waktu itu dpt hadiah laptop dan uang 5 juta. Kemudian dari sponsor saya dpt hadiah umroh bersama istri tercinta.

Di tanah suci saya berdoa. Pertama lulus dan selesai S3. Sudah 5 tahun saya blm lulus juga. Kedua bisa belajar ke luar negri utk dpt ilmu baru. Ketiga minta agar matpel tik kembali ke dalam kurikulum.

Doa pertama sdg saya wujudkan dengan terus menerus mengumpulkan data penelitian. Judul desertasinya adalah pengelolaan blog di internet secara kolaboratif dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa.

Doa kedua alhamdulillah terwujud dengan diberangkatkannya kami ke china utk belajar stem. Selama 21 hari kami belajar stem dan budaya china.

Doa ketiga adalah kembalinya matpel tik dengan nama informatika pada tahun ajaran baru. Alhamdulillah sdh mulai terlihat wujudnya setelah kami diundang puskurbuk kemdikbud untuk bantu menyusun draft materinya. Tinggal menunggu pelatihannya di bulan mei dan juni 2019.

Teruslah berjuang menjadi guru yg menginspirasi. Omjay berharap kawan kawan yg membaca ini untuk mendoakan omjay bisa selesai desertasinya dan mendapatkan gelar doktor pendidikan. Aamiin.

Itulah cerita dan kisah Om Jay yang sangat keren.kita akan telusuri cerita-cerita dan kisah Guru berperestasi lainnya.

Cerita Guru Berprestasi 2

Malam ini saya membaca cerita dan kisah Guru prestasi yang bisa ke berangkat Pelatihan ke Luar Negeri.yaitu kisah Pak Jaka Afriana,M.Pd.Begini tulisan beliau:

# Guru Kampung Go Internasional

Oleh: Jaka Afriana, M.Pd.

Jaka kecil ketika melihat pesawat terbang pasti akan berteriak, “tunggu… ikut… mau naik pesawat terbang”. Rasanya hal yang mustahil anak kampung akan naik pesawat terbang, jauh dari bayangan. Melihat pesawat terbang saja hanya lewat televisi maupun gambar. Namun didalam hati suatu saat saya akan naik yang namanya pesawat terbang. Tidak ada yang tidak mungkin ketika kita mau berusaha dan berdoa. Singkat cerita, Jaka yang tamatan STM telah melanjutkan pendidikan menjadi guru fisika di Universitas Tanjungpura Pontianak dan menjadi guru di SMP Negeri 6 Sambas yang terletak di daerah afirmasi alias kampung. Banyak guru yang mengaku dari kampung, kampung yang dimaksud adalah tempat tugas diujung perbatasan kecamatan dengan kondisi jalan rusak belum tersentuh aspal.

Sejak bertugas di kampung, tidak pernah dipanggil pelatihan maupun diikutsertakan dalam lomba.  Berangkat dari sini, saya mencari cara agar bisa ikut pelatihan atau kompetisi dari jalur online. Tahun 2011 berhasil menjuarai Lomba Karya Ilmiah Guru tingkat Provinsi. Lanjut 2013 terpanggil Lomba Kreativitas dan Inovasi  Guru IPA oleh PPPPTK IPA Bandung, nah disini saya pertama sekali naik pesawat terbang. Terbukti dari sebuah mimpi dari kecil yang menjadi nyata. Hingga di tahun 2014 saya mendapatkan beasiswa S2 dari P2TK Dikdas Kemdikbud. Setelah tamat kuliah di UPI Bandung, guru kampung mendapatkan predikat Guru SMP Berprestasi Nasional di 2018.

Pertengahan Januari 2019, guru kampung di SMS oleh Ibu Isti Sariada dari Kemdikbud. Beliau memberitahukan bahwa saya susah sekali di telpon. Sehingga beliau memberitahu lewat SMS bahwa saya terpilih mengikuti Program Pelatihan Guru keluar Negeri. Begitu saya baca SMS, seketika saya telpon balik. Dan alhamdulillah… nikmat mana lagi yang engkau dustakan. Saya masih merasa mimpi akan berangkat ke China tepatnya ke Provinsi Jiangsu. Alhamdulillah… paspor saya sudah disiapkan sejak bulan Desember lalu saat liburan ke Kuching-Malaysia (±5 jam perjalanan darat dari Sambas). Secara tak sengaja seperti sudah ada tanda-tanda paspor akan digunakan lagi entah kemana dalam waktu dekat.

Selama di Xuzhou, kami menginap di dormitory kampus China University of Mining and Technology (CUMT). Sungguh canggih sistem perkuliahan disana. Pembelajaran siswa SD, SMP dan SMA juga tak kalah canggih, benar-benar memanfaatkan teknologi terkini. Karakter sangat diutamakan dalam proses pembelajaran ditambah disiplin ketat. Wajar anak-anak di China sejak kecil sudah diajar berkompetisi. Peringkat 10 besar setiap lulusan akan berpengaruh terhadap pilihan sekolah lanjutan dan perguruan tinggi hingga pekerjaan nantinya. Anak-anak patuh terhadap orang tua dan laoshi (guru) sangat di hormati. Setiap sekolah punya ciri khas khusus, membuat anak-anak patuh dan taat karena kebudayaan menjadi pemersatu mereka.

Tiga minggu berada di negeri panda tak perlu khawatir masalah makanan, di kampus telah tersedia halal foods.CUMT salah satu kampus level internasional yang menyediakan beasiswa bagi mahasiswa luar negeri. Banyak mahasiswa muslim dan nonmuslim dari luar China yang mendapatkan kesempatan menimba ilmu. Hal aneh bagi saya ketika saya ke minimarket sekitar kampus ingin membeli gula. Saya tanyakan kepada mahasiswi disamping saya dengan Bahasa inggris seadanya, “excuse me, do you know sugar? where is?”. Sangat mengejutkan sekali, mereka tidak mengerti Bahasa Inggris. Padahal dinegaraku, anak SD saja sudah belajar itu. Kejadian seperti ini juga kami alami saat berbelanja dimana saja, penjual tidak memahami Bahasa Inggris. Komunikasi hampir semua mengunakan Bahasa Mandarin, tawar menawar harga pakai isyarat jari atau lebih manjur pakai HP ditranlaste Bahasa Mandarin baru bisa bertransaksi. Begitulah negara China cinta akan Bahasa mereka, orang lain harus belajar Bahasa mereka bukan malah sebaliknya. Sungguh kearifan lokal yang selalu dijunjung tinggi dan kemandirian suatu bangsa.

Bagi saya Indonesia pun tak kalah hebatnya, sama-sama punya sekolah hebat dan canggih seperti China. Punya daerah wisata yang tak kalah menarik di level dunia. Kebudayaan juga masih dijunjung tinggi, ditempat saya masih ada peninggalan kerajaan sambas. Keraton Sambas dan keturunan raja sambas masih terpelihara. Itu juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya guru kampung.

Setiba pulang ke kampung, saya terus membakar semangat para guru di daerah.  Guru-guru kita tak kalah hebatnya dari negara China, tanpa teknologi canggih pun guru Indonesia mampu mengajarkan pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics) di kelas. Guru kampung seperti saya tak mau kalah, STEM sudah saya ajarkan di kelas. Saya tulis buku berjudul “STEM: sebuah pengantar” di sela-sela waktu 21 hari di Xuzhou. Buah manis guru kampung yang pantang menyerah dan terus belajar. Semua berawal dari mimpi yang pelan-pelan berubah jadi nyata. Jangan takut untuk bermimpi, bermimpilah selagi bisa, berbuat lebih melalui tindakan dan berdoa semoga alam semesta mendukung mengubahnya jadi nyata. Amin

Itulah salah satu cerita dan kisah Guru berprestasi,setiap keberhasilan pasti mengalami peroses semoga kita Guru yang berada di pelosok termotivasi atas jejak-jejak mereka.aminn
nanti kita sambung dengan kisah Guru berperestasi lainnya.
  

Menulis Ala Om Pepih


Pada malam ini saya membaca cerita.Om Pepi melalui group menulis gelombang 5 melalui WA.
menulis gaya beliau saya perhatikan dengan seksama.Yang Intinya, mulailah menulis blog dengan teknik “free writing” atau mengarang bebas. Karena mengarang bebas, kita harus bisa melepaskan diri (escape) dari kepakaran dan kesukaaan. Apa itu mengarang bebas?

Mengarang bebas menurut ia,Patokannya adalah 4 hal sebagaimana yang di jabarkan di PPT.

Kita harus mulailah peka pada keadaan sekeliling, jangan cuwek ataupun sepeleh. Ada pertengkaran tetangga di rumah sampai ada “piring terbang” segala, perlu kita catat, cari tahu apa penyebabnya. Ini semata2 mengasah keingintahuan kita.Apa yang di maksud ?

Yang di maksud adalah melaporkan pandangan mata atau peristiwa, kejadian sehari-hari yang kita lihat. Apa yang kita lihat bakal jadi berita jika itu ditulis.Apa yang kita lihat menjadi berita. Apa yang kita pikirkan menjadi opini.

Di blog kita bisa menulis apa yang kita lihat dan apa yang kita pikirkan.Apa yang kita rasakan bisa jadi puisi dan apa yang kita bayangkan bisa jadi cerita fiksi.Yang perlu adalah menulis semua gaya itu dalam free writing.Orang sering bertanya, bagaimana memulainya? Memulai menulis?

Pertama, gunakan kalimatbtanya. Misalnya, Benarkah Pandemi Covid-19 tidak akan berakhir dalam waktu dekat? Cara membuka tulisan dengan pertanyaan itu paling mudah.

Yang kedua, jadikan kalimat pertanyaan itu menjadi kalimat pernyataan biasa menjadi: Pandemi Cobid-19 diperkirakan tidak akan berakhir dalam waktu dekat.

Cara ketiga dengan kutipan, bisa dari orang terkenal atau dari kitab suci. Misalnya…. Kebersihan sebagian dari iman. Atau pena wartawan lebih tajam dari pedang, kata Napoleon Bonaparte.

Om Pepi memiliki PepNew,sedangkan kami hanya  tahu kompasiana. Lalu beliau menjelaskan bahwa PepNews itu sama dengan Kompasiana, dia users generated content, bedanya kalau di PepNews naskah tidak langsung termuat, tapi melalui admin. Admin akan memperbaiki. Tapi opsi lain juga bisa langsung dimunculkan.PepNews yang di miliki Om pepi,yaitu PepNew pribadi yang membiayai dan mendanai sendiri dari hulu sampai hilir.

Apa sebenarnya Menulis,menurut Om Pepi ?
Menurut beliau “Menulis tidak sekadar yang penting-penting, yang penting-penting sudah diambil oleh media arus utama, blogger menulis yang menarik saja.Bgm cara org lain tertarik melihat blog pribadi kita?

Trik menulis beliau yaitu:Isi setiap hari dengan konten yang menarik. Setiap hari, jika itu blog pribadi.Orang sering merasa brand ia cenderung ke story. (What your imagine-story).Tips membangun daya imajinasi agar lebih kuat sehingga bisa nulis lancar hingga ratusan halaman.sebagaimana menulis surat, pasti ada 5W1H nya, apalagi dalam menulis.Om Pepi menulis Novel sejak mahasiswa. Yang diperlukan adalah kesinambungan kerja, usahakan jangan berhenti menulis sebelum ending novel.Beliau Menulis Novel dengan gaya “nyicil”, satu adegan sehari minimal.

Dalam menulis Novel Om Pepi sudah menetapkan dengan baik karakter-karakter nya mana yang keras, penyayang, pemarah dst.Tetapi yang terpenting juga plot, tentukan apakah plot kronologis atau flash back.Tentukan juga resolusi dan ending novel pada akhirnya.Ia pernah mempraktekkan menulis novel “on the go”, menulis satu adegan sehari.Yang menarik itu tulisan yang bermanfaat buat pembaca. Ambil salah satu manfaat menulis; mendidik, menginformasikan, menginspirasi, menghibur. Pilih salah satu manfaat buat pembaca.Menulis novel on the go itu sambil lalu, satu adegan satu, syukur kalau lebih dari satu adegan.Menulis yang to the point, tidak berbunga-bunga, langsung pada persoalan.Alena itu salah satu bentuk on the go, satu adegan satu, dikumpulkan jadilah novel, sampai 52 adegan.

Kesimpulannya: jadikan menulis itu kegiatan yang menyenangkan, yang dilakukan setiap hari seperti kita berlatih main piano. Jadikan menulis adalah hobi agar menjadi ringan saat dikerjakan. Jika sudah matang benar, tidak ada salahnya menulis sebagai sumber penghasilan, sebagaimana yang saya lakukan saat ini, bahkan setelah saya pensiun sebagai wartawan Harian Kompas.

Pada malam ini ilmu menulis Om Pepi.dapat menambah wawasan,bagi pembaca terutama penulis pemula.semoga kita bisa menerapkan ilmu Om Pepi.aminn

Jumat, 25 September 2020

TIPS MENJADI JUARA ! Yusran Darmawan

Malam ini saya mulai melirik lagi,group menulis gelombong 10 yang di buat Om Jay.dalam satu minggu ini saya mulai menulis di blog,hanya materi perkulihan S2 jurusan Manajemen Administrasi Pendidikan.O,ya sudah satu minggu saya mengikuti perkulihan di Universitas Bengkulu melalui Media Zoom dan youtube.karena masih di Era Covid-19.

Saya sudah lima bulan Vakum (terhenti)menulis di blog,bahkan melirik group menulis melalui WA pun,tidak sempat karena musim Kopi.kebetulan saya tinggal di Pedesaan,selain Kepala Sekolah,saya bisnis Kopi,Sahang/Lada dan lain Sebagainya.Saya hanya membaca Peluang demi menghasilkan uang.

Pada malam ini saya terinspirasi dengan sebuah cerita di WA group

#RAHASIA JUARA Oleh Yusran Darmawan

Cerita Yusran Darmawan
Pernah ada masa beliau rajin kirim opini ke media. Namun pernah pula ada masa ketika Yusran rajin mengikuti lomba menulis.Beliau gampang tergiur kalau hadiahnya besar. Iman beliau mudah goyah kalau melihat ada lomba yang hadiahnya puluhan juta rupiah.

Ikut lomba menulis adalah memasuki dunia penuh tantangan. Di situ tak ada nama besarmu sebagai penulis yang menghasilkan banyak buku. Tak penting kamu lulus di mana. Tak laku embel2 dan gelar akademik. Karya tulismu yang akan menunjukkan siapa dirimu.Itulah ungkapan Yusran

Percaya atau tidak, Yusran sering menang lomba yang berhadiah besar itu. Kalau tak percaya,beliau bisa kasih beberapa tautan. Tapi cukuplah tautan di bawah ini.Yusran mulai menemukan rumus untuk menang lomba.

Apa rahasianya?

Pertama, berani berpikir out of the box. Jangan berpikir dalam arus-arus besar. Maksudnya, jangan ikut-ikutan bahas apa yang rame di media sosial dan televisi. Jangan ikut trending topic. Temukan sesuatu yang beda.hemmm

Para juri lomba-lomba berhadiah besar kebanyakan tinggal di kota besar. Mereka ingin menemukan kisah yang tidak biasa. Mereka bosan dengan apa yang setiap hari dibahas media. Kalau kamu ikut-ikut bahas itu, maka karyamu tidak dilirik.

Maka beruntunglah Anda yang tinggal di kampung, jauh dari kota. Segala hal di sekitar bisa menjadi inspirasi. Bagi sesama orang kampung, hal yang ditulis itu mungkin biasa saja. Tapi bagi orang kota, bisa jadi itu hal yang tidak biasa. Jangan minder jadi orang kampung.

Kalimat tersebut membuat saya penasaran karena saya tinggal di pedesaan,malahan Kepala Sekolah Daerah Terpencil alias Terisolir.Saya terus membaca cerita beliau yang di teruskan oleh Om Jay.

Bahkan pengalaman beliau bertemu nelayan yang bisa membaca bintang di langit pun bisa jadi kisah yang menarik menurut Yusran. Sama menariknya pengalaman menikmati kopi bersama petani kopi di tengah kebun kopi di pedalaman, pengalaman berjumpa orang sakti yang menentukan kapan bibit harus ditanam, juga perjumpaan dengan mereka yang tinggal di lereng gunung tinggi dan jarang ke kota.Saya terus membaca cerita beliau karena tambah penasaran.

Kedua, perkaya dengan bacaan2. Penulis yang baik adalah seorang pembaca yang lapar. Seorang teman pernah terheran-heran karena demi satu lomba menulis,Yusran membeli banyak buku dan mengunduh jurnal-jurnal ilmiah, kemudian membacanya satu per satu.

Menurut Yusran,Perspektif yang unik hanya lahir dari pengamatan yang kuat, serta kemampuan untuk melihat celah-celah atau sesuatu yang tidak terpikirkan. Makanya, para periset perlu membaca banyak jurnal sebab mereka perlu melihat mana yang sudah ditulis, mana yang belum, mana celah dan bukan celah, serta apa sisi-sisi paling menarik dari satu karya.

Namun saat menulis, bebaskan dirimu dari semua kutipan-kutipan. Jangan ikut2an para periset yang minderan dan merasa gagah kalau mengutip para pemikir dan karya-karya hebat. Jangan ikut-ikutan memamerkan mewahnya bacaanmu, lalu membuat pembacamu merasa bodoh dan gagal paham. Berpikir dan menulis sederhana untuk hal-hal yang besar. Tulislah kenyataan dengan lugu, dari sudut pandang sebagai orang biasa.

Dalam dunia persilatan, seorang pendekar yang ke mana-mana membawa pedang sakti justru tidak keren. Jauh lebih keren orang biasa, berpenampilan biasa, tetapi ketika bertarung, ranting pun bisa diubahnya jadi pedang. Ini juga berlaku dalam dunia menulis.

Ketiga, selalu selipkan pembelajaran atau hikmah dalam kisah yang ditulis. Dalam setiap artikel atau kisah, selipkan pesan. Minimal ajukan cara pandang yang luas dan menyerap hikmah dari siapa pun.

Kata seorang guru, jangan berniat menjadi polisi, jaksa, dan hakim dalam tulisanmu. Maksudnya, jangan jadikan artikelmu sebagai arena untuk menghujat, menyidik, mencaci, atau menghakimi pandangan orang lain.

Jadikanlah artikelmu sebagai satu telaga bening di mana orang bisa singgah dan sesaat istirahat di tengah kian penatnya hidup. Biarkan orang-orang sejenak mengambil air bening di situ, kemudian disimpan dalam tumbler lalu berangkat lagi ke tujuan berikutnya.

Jika menulis itu adalah sebuah perjalanan, niatkan tulisanmu sebagai jalan silaturahmi. Selipkan harapan, siapa pun yang singgah dan membaca, selalu akan tersenyum bahagia. Di titik itu, kamu sudah berbagi bahagia dengan orang lain. Tak penting lagi juara dan tidak juara. Kamulah juara sejati.

Itulah cerita Yusran Darmawan,yang di teruskan Om Jay,melalui group menulis gelombang 10.Mungkin dengan menulis ulang cerita beliau sudah bertolak belakang karena saya sudah mengutip cerita beliau.Padahal menurut beliau jangan mengutip cerita hebat Orang lain tapi buatlah ceritamu sendiri.

Tapi dengan membaca sekilas saya ingin sekali,menulis ulang supaya menjadi cerita menarik blog saya dan menjadi Inspirasi saya untuk menulis kembali di blog.karena saya tinggal di daerah pelosok.Semoga Si Pelosok ini,bisa menjadi seorang penulis dan menginspirasi orang lain juga amin..

O,ya karena Jam sudah menunjukkan pukul 23.03 Wib.Sudah waktunya mata ini terlelap tidur.Sampai jumpa untuk membaca dan menikmati cerita berikutya.

Salam Penulis Pemula

Usman Alamsyah

Kamis, 24 September 2020

KONSEP DASAR:Inovasi dan Paradigma Baru Pendidikan



Seperti biasa Bapak Prof.DR.Rambat Nur Sasongko,memulai perkuliahan dengan salam “Asalammualaikum Warohmatullahi Wabarkatu”ini paparan beliau :

https://youtu.be/BsxR53xoZ0w

Bapak Prof.DR.Rambat Nur Sasongko mengahiri perkuliahan dengan mengucapkan salam”Wasalmmualaikum wr…wb…”

Doa Pembuka Rezeki dan Terhindar Musibah

Doa Pembuka Rezeki dan Terhindar Musibah  🌿 Doa dari Al-Qur’an Doa Memohon Rezeki yang Luas dan Berkah 📖 QS. Al-Maidah: 114 "Allahumm...