Senin, 31 Juli 2023
Jumat, 28 April 2023
BAB XVIII PELAPORAN BELAJAR OLEH MURID
BAB XVIII
PELAPORAN BELAJAR OLEH MURID
3.3.Pelaporan
Belajar oleh Murid
Salam
dan Bahagia Ibu dan Bapak Guru!
Halo,
Selamat datang di modul penggunaan hasil asesmen.
Kali
ini kita akan mempelajari materi Pelaporan Belajar oleh Murid.
Dalam
materi ini, Bapak dan Ibu Guru diharapkan mampu menindaklanjuti Asesmen menjadi
bukti pembelajaran yang bermakna.
Sebelumnya
Ibu dan Bapak Guru sudah mempelajari berbagai alternatif laporan hasil belajar.
Lantas,
Apa
perbedaan laporan belajar dengan laporan hasil belajar ?
Siapa
sajakah pihak yang terlibat dalam pelaporan belajar ?
Dan,
bagaimana cara melakukan pelaporan belajar efektif ?
Untuk
menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut mari kita simak dua Ilustrasi Cerita
berikut :
Ilustrasi Cerita 1
Laporan Hasil Belajar
Guru
:
Silahkan
Masuk.
Wali
Murid :
Selamat
Pagi,Bu.
Guru:
Silahkan
duduk
Wali
Murid:
Terima
Kasih,Ibu Nadira.Saya Ibunya Enggar,Ibu Nadira.Apa kabarnya Ibu hari ini sehat
Bu ?
Guru:
Sehat
Alhamdulillah semoga kabar Ibu juga sehat ya.
Wali
Murid:
Amin
Guru:
Terima
kasih sudah hadir dalam pembagian rapor semester satu ini.Ini rapor ananda
Enggar di semester satu ini.
Boleh
dilihat,Bu.
Wali
Murid:
Terima
Kasih Ibu Nadira
Guru:
Alhamdulillah,
hasil belajar Enggar di semester satu ini meningkat.Pencapaian Enggar sangat
menonjol di mata pelajaran matematika.Adapun hal yang perlu diperhatikan adalah
motivasi untuk menulis.Karena sering sekali terlihat kosong.Enggar juga sering
sekali menuliskan jawaban terlalu singkat.Tanpa memberikan penjelasan atau
alasan yang diminta.
Wali
Murid:
Oh
begitu ya, Bu.Memang untuk mata pelajaran Matematika,Enggar sering melaporkan
hasil ulangan Matematikanya, Bu.Baik dari ulangan harian ataupun ulangan
semesternya.Tapi untuk sikap keseharian Enggar di sekolah bagaimana ya Bu ?Karena
dia jarang sekali cerita.
Guru:
Selama
ini sikap Enggar cukup baik di kelas.Enggar sering berinisiatif membantu saya
atau bahkan guru lain untuk mengambil buku di perpustakaan.Enggar sering sekali
membantu temannya memahami materi Matematika yang sulit. Adapun yang perlu
diperhatikan adalah kebiasaan tidur Enggar.Enggar sering sekali tertidur dan
mengantuk di kelas di jam pertama bahkan sampai jam yang kedua.
..............................................................................................................
Ilustrasi Cerita 2
Pelaporan Belajar
Pak
Heki :
Halo
Bu Nadira
Ibu
Nadira:
Halo
Pak Heki.Eh,Pak kok kelas Bapak kok ramai sekali ya,ada apa?
Pak
Heki:
Oo,Itu
loh Bu, murid-murid sedang mempersiapkan pameran hasil belajar mereka selama
satu semester.Nanti, orang tua mereka akan datang,loh.
Ibu
Nadira:
Oh,
jadi Bapak melakukan pelaporan belajar dengan cara pameran karya,ya?
Pak
Heki:
Iya,betul
Bu ! Kalau di kelas Ibu sendiri bagaimana?
Ibu
Nadira:
Kalau
saya sudah kemarin,saya sudah meminta murid untuk mengumpulkan hasil pekerjaan
mereka dalam bentuk portofolio.Saya akan mengundang orang tua mereka,dan
meminta setiap murid menjelaskan apa yang mereka pelajari berdasarkan
portofolio itu.
Pak
Heki:
Wah
bagus itu,Bu.Pada semester lalu,saya juga menggunakan portofolio ini sebagai
cara untuk melaporkan hasil belajar mereka.Saya juga mengundang orang tua dan
murid untuk melakukan konferensi dan diskusi, loh.
Ibu
Nadira:
Oh
ya, bagus itu Pak !
Kalau
begitu saya ke kelas dulu ya,Pak.
Pak
Heki:
Oh
iya Bu, silahkan.
..............................................................................................................
Ibu
dan Bapak Guru, dari dua ilustrasi cerita tersebut mari Kita gali. Hal mana
yang sudah Ibu dan Bapak lakukan?
Apakah
laporan hasil belajar ?
Atau
laporan belajar ?
Ibu
dan Bapak Guru, pemberian rapor seringkali digunakan sebagai satu-satunya cara
dalam melaporkan hasil belajar murid kepada orang tua.
Murid,
seringkali tidak dilibatkan dalam pemberian laporan tersebut.
Padahal,
murid perlu mengetahui pencapaian apa yang selama ini sudah mereka dapatkan.
Contoh
Tanggapan Murid
1) "Selama ini, apa saja ya
keberhasilan saya?'"
2) "Adakah hal yang perlu saya
tingkatkan?"
3) "Bagaimana saya
meningkatkannya? "
Apa
yang perlu ditingkatkan dan bagaimana cara untuk mencapainya dengan lebih baik.
Pada
pelaporan belajar, justru murid lah yang berperan dalam menyampaikan pencapaian
mereka.Hal tersebut berfungsi sebagai proses refleksi bagi murid.
Saat
menyampaikan laporan belajar kepada orang tua mereka. Murid berkesempatan untuk
mendapatkan umpan balik.Hal yang perlu ditekankan dalam pelaporan belajar
adalah murid tidak hanya menyampaikan nilai yang didapat.
Namun,
murid diharapkan dapat menyampaikan proses pembelajaran yang dilalui.Baik itu
hal yang mereka sukai ataupun hambatan yang dihadapi.
Misalnya
Tanggapan Murid:
a) "Aku suka ketika melakukan
eksperimen sains. "
b) "Aku kesulitan kalau diberikan
bahan bacaan yang tidak ada gambarnya "
Hal
ini cukup berbeda dengan yang sering terjadi pada pelaporan hasil belajar.Di
mana murid hanya melaporkan nilai ulangan atau tugas yang didapatkan.
Jika
diamati, dari ilustrasi cerita tadi ada beberapa alternatif pelaporan belajar
yang dapat dilakukan oleh guru.
Alternatifnya
:
1)
Portofolio
Portofolio bertujuan untuk
mendokumentasikan hasil karya murid.
Isi portofolio adalah hasil karya
murid yang dipilih sendiri, berdasarkan hasil diskusi dengan guru.Portofolio
bisa berupa foto, video, infografis, poster atau karya apapun.
Portofolio murid SMK bisa berupa
benda kerja/produk hasil praktik.
2)
Diskusi
atau Konferensi
Tujuan diskusi adalah berbagi
informasi antara guru, murid, dan orang tua.
Sekolah perlu menentukan fungsi
dari suatu diskusi agar murid bisa mendapatkan umpan balik yang bermanfaat. Untuk
pengembangan dirinya di masa yang akan datang.
Diskusi atau konferensi bisa
dilakukan dalam suasana formal maupun informal.
3)
Pameran
Karya
Pameran karya berisi proses dari
pembelajaran hingga produk dari sebuah proyek belajar.
Pameran
karya bisa mengundang
·
Orang
tua peserta didik
·
Komunitas
sekolah
·
Peserta
didik dan pendidik dari sekolah lain
Untuk
saling belajar dan mendapatkan umpan balik dari audiens yang lebih luas selain
guru setempat.
Ibu
dan Bapak Guru, ada berapa hal yang perlu diperhatikan agar pelaporan yang
dilakukan efektif.yakni :
1.
Melibatkan
orang tua murid, murid, dan guru, sebagai mitra
2.
Merefleksikan
nilai-nilai yang dianut oleh sekolah seperti visi dan misi atau budaya sekolah
3.
Menyeluruh,adil,
dan dapat dipertanggungjawabkan
4.
Jelas
dan mudah dipahami oleh semua pihak
Ibu
dan Bapak Guru, sekian materi tentang pelaporan belajar.
Sebagai
penutup, mari kita refleksikan bersama beberapa hal di bawah ini.
Hal
apa yang perlu Ibu dan Bapak Guru pertimbangkan dalam memilih alternatif
pelaporan belajar?
Bagaimana
cara Ibu dan Bapak Guru memanfaatkan pelaporan belajar ini untuk peningkatan
pengembangan diri Ibu
dan
Bapak Guru?
Selamat
Belajar,
Ibu
dan Bapak Guru Hebat !
Salam
dan Bahagia !
"Ternyata
murid lah yang berperan dalam pelaporan belajar . Mereka dapat menyampaikan
proses belajar yang dilalui, hal yang disukai, juga hambatan yang dihadapi.
"
BAB XVII MENULIS DESKRIPSI RAPORT
BAB XVII
MENULIS DESKRIPSI RAPORT
Untuk
menunjukkan kemajuan proses belajar para murid, setiap pendidik wajib membuat
laporan hasil belajar, atau raport.
Biasanya
ini jadi laporan yang ditunggu-tunggu nih oleh orang tua dan peserta didik.
Ibu-bapak
masih ingatkah pengalamannya dulu ketika mendapat raport dari sekolah ?
Ingat
rasa penasaran atau harap-harap cemas melihat nilai akhir yang kita dapatkan ?
Tapi,apakah
hasil belajar cukup hanya disampaikan dalam bentuk nilai angka saja ?
Apakah
angka tersebut sudah cukup menjelaskan tercapaian peserta didik?
Lalu
bagaimana caranya menaruh arti pada angka tersebut ?
Pada
prinsipnya, laporan hasil belajar atau raport perlu berisi informasi mengenai
pencapaian hasil belajar peserta didik.
Dalam
prinsip asesmen, ada empat kriteria laporan hasil belajar yang baik yaitu:
ü
Sederhana
dan informatif
ü
Memberikan
informasi yang bermanfaat
ü
Berisi
kompetensi yang ingin dicapai
ü
Terdapat
strategi atau rekomendasi tindak lanjut bagi pendidik ,satuan pendidikan dan
orang tua.
Menurut
ibu- bapak,apakah raport angka saja cukup untuk menggambarkan hasil belajar
peserta didik ?
Jika memperhatikan prinsip asesmen, tentunya
raport angka saja tidak cukup ya,
Ibu
Bapak,jika raport hanya berupa angka, bagaimana peserta didik dan orang tua
mengetahui kompetensi apa saja yang sudah atau belum mereka capai ?
Lalu,
apa solusinya ?
Bisa
dengan memberikan deskripsi,agar memberikan makna pada angka-angka yang ada di
raport.
Bagaimana cara menyusun deskripsi dalam raport?
Ada
tiga cara yang bisa dipilih.Yuk,mari kita latihan !
Pada
paparan ini kita akan praktik menyusun deskripsi raport mata pelajaran IPA
(Kimia) di fase E.
Terdapat
tiga cara dalam menyusun deskripsi raport,yang mengacu kepada :
ü Capaian pembelajaran
ü Alur tujuan pembelajaran
ü Poin-poin penting yang sudah di
berikan
Mari berlatih membuat deskripsi raport dengan
menggunakan cara
1)
Capaian
Pembelajaran
Dari
hasil pengolahan asesmen, kompetensi yang sudah dicapai Putra diantaranya
mengidentifikasi,mengajukan gagasan dan mengkomunikasikan.
Namun
Putra perlu meningkatkan kompetensi dalam merancang solusi dan mengambil
keputusan.
Untuk
bisa membuat deskripsi yang lebih spesifik, silahkan Bapak Ibu lihat pada
dokumen pencapaian pembelajaran per fase,khususnya di bagian CP per fase
berdasarkan Elemen.
Dengan
demikian, deskripsi yang dituliskan dalam raport adalah sebagai berikut:
2)
Alur
tujuan pembelajaran
Menulis deskripsi raport berdasarkan alur
tujuan pembelajaran.
Mari
perhatikan alur tujuan pembelajaran dalam mata pelajaran Kimia berikut ini:
Langkahnya
sama seperti cara pertama, yaitu menentukan kompetensi mana yang sudah
dicapai,dan mana yang masih perlu ditingkatkan.
Namun
yang membedakan,yang dianalisa di sini adalah kompetensi yang lebih spesifik
berdasarkan ATP.
Berdasarkan
analisa, capaian kompetensi yang sudah dicapai Putra, yaitu :
Ø "Menyajikan
rumus kimia dan nama senyawa kimia yang berkaitan dengan sumber dan garis
miring atau fungsi permasalahan isu global"
Ø "Menuliskan
persamaan reaksi kimia yang lengkap setara yang berkaitan dengan fenomena alam
sehari-hari atau isu global "
Kemudian
selanjutnya capaian kompetensi yang masih perlu ditingkatkan oleh putra yaitu :
Ø "Menganalisa suatu fenomena alam secara kuantitatif berdasarkan
hukum dasar kimia "
Ø "Merancang, melaksanakan serta mempresentasikan percobaan kimia
dalam penerapan hukum-hukum dasar kimia "
Dengan
demikian,deskripsi yang dituliskan dalam raport adalah sebagai berikut;
Kimia:
Ø Menunjukkan
penguasaan yang baik dalam menjadikan rumus kimia dan nama senyawa kimia yang
berkaitan dengan sumber dan/atau solusi permasalahan isu global; dan
Ø Menuliskan
persamaan reaksi kimia yang lengkap setara yang berkaitan dengan fenomena alam
sehari-hari atau isu global.
Perlu penguatan dalam menganalisis
suatu fenomena alam secara kuantitatif berdasarkan hukum dasar kimia, merancang,
melaksanakan serta memperselesaikan percobaan kimia dalam penerapan hukum-hukum
dasar kimia.
3)
Poin-poin
penting dari materi yang sudah diberikan
yaitu membuat deskripsi raport berdasarkan
poin penting dari materi yang sudah di berikan.
Untuk
menuliskan deskripsi raport menggunakan cara ini, ibu bapak bisa melihat data
kumpulan pengolahan nilai sumatif yang sudah dilakukan.
Berdasarkan
data pengolahan nilai,dalam lingkup materi apa putra mendapatkan nilai
tertinggi ?
Ya,capaian
kompetensi tertinggi dapat terlihat pada materi pemanasan global.
Selain
itu,apakah ada materi lain yang juga menunjukkan hasil yang tinggi ?
Betul
sekali ,dalam materi penulisan reaksi kimia , Putra juga mendapat nilai yang
tinggi.
Selanjutnya,
dalam lingkup materi apa Putra mendapatkan nilai terendah?
Ya,
dalam lingkup materi mengenai analisa fenomena alam,Putra mendapat nilai
terendah.
Dengan
demikian,deskripsi raport dapat di tulis sebagai berikut :
Bagaimana
Ibu Bapak? apakah sudah siap untuk menulis deskripsi raport ?
Setiap
satuan pendidikan memiliki kebebasan dalam memilih tiga cara dalam menuliskan
deskripsi seperti yang telah dibahas dalam paparan ini.
Tentunya
ibu bapak bisa memilih pilihan yang paling mudah untuk diterapkan di satuan
pendidikan ibu bapak masing-masing.
Apapun
metode yang ibu bapak pilih,dibuat prinsipnya tetap sama,yaitu :
Selalu
menggunakan kalimat yang positif dan memotivasi peserta didik untuk menjadi
lebih baik, Tambahkan umpan balik dari capaian yang telah dicapaian anak,
usulkan perbaikan apa yang perlu dilakukan ke depan.
Selamat
menulis deskripsi raport ibu bapak. Semoga dalam pembagian raport nanti,
peserta didik dan orang tua bisa mendapatkan
laporan hasil belajar yang lebih bermakna dari sekedar deretan angka.
Ingat…
"Raport
dibuat bukan hanya untuk menampilkan angka-angka, namun dibuat untuk menjadi
bukti pembelajaran yang bermakna. "
Doa Pembuka Rezeki dan Terhindar Musibah
Doa Pembuka Rezeki dan Terhindar Musibah 🌿 Doa dari Al-Qur’an Doa Memohon Rezeki yang Luas dan Berkah 📖 QS. Al-Maidah: 114 "Allahumm...
-
CATATAN HARIAN SEORANG GURU BLOGGER ( Bpk.WIJAYA KUSUMAH, M. Pd /Om JAY) Perjalanan Om Jay Menjadi Seorang Blogger ini kisah ny...
-
Belajar Menulis Gratis Selama 3 hari ini Om Jay belajar menulis melalui WA Group. Aplikasi WhatsApp yang bisa ju...
-
Untaian Piluku Menjadi Honorer Oleh : Ratna,S.Pd Mula awalnya saya menjadi guru honor..tapi sebelumnya saya akan menceritakan tentang prop...