Jual Kopi Rugi Sakitnya Tuh disini
Pada hari jumat,26 April 2020
Saya menjual Kopi di salah satu gudang di Kepahiang. Pemilik gudang namanya nya Hartawan yang saya akrab memanggilnya dengan Kak tawan.Beliau adalah salah satu tokeh yang mengirim kopi ke pulau Jawa ,kebetulan beliau masih memiliki kontrak di pulau Jawa. Berdasarkan Surve di hari Kamis. Saya mengelilingi gudang dengan menawarkan contoh ditemani oleh teman satu Desa dengan saya yang bernama Alex.Kami membawa Contoh Kopi.Contoh Kopi yang saya bawa kurang lebih sekitar 15 kg.Kami bergegas membawa contoh kopi tersebut menggunakan Mobil Agya Hitam. Meluncurlah Kami Ke Kapahiang.
Gudang pertama Kami mampir ke gudang kak tawan dengan tawaran Rp.17.800 lalu kami bergegas ke gudang Anca sampai di gudang Anca,Anca tidak menawar harga karena tidak ada Kontrak kata beliau, sekaligus beliau menceritakan bahwa beliau rugi Rp.5.000.000 dan kopinya di Medan kena tolak, lalu Beliau cerita sekaligus meminta nomor hp kepada saya. nomor yang diminta yaitu nomor hp Bos Kopi di Palembang. Kebetulan saya memiliki dua nomor bos Kopi di Palembang. Pertama nomor Pak Yeye,yang kedua nomor Pak Sarbini .
Setelah saya memberi nomor kepada pada Anca, lalu saya bilang dengan Anca, jika penjualan di Palembang lancar tolong bagi-bagi lokak kepada saya.Setidaknya saya bisa mengisi sekitar 1- 2 mobil kecil yang biasanya isi mobil kecil 2 ton.kemudian saya permisi kepada Anca lalu diteruskan ke gudang Abas,sampai digudang Abbas, Saya melihat kopi Abbas baru sampai dari Medan,itu menandakan bahwa Kopi beliau di tolak Bos Medan.
Dari gudang Abbas, saya meneruskan perjalanan ke gudang Regi, lalu Alex menurunkan contoh dari mobil ,di letak lah di meja Regi ,setelah Regi meremas dan memegang Contoh kopi saya.Regi menjawab belum ada penjualan karena kontrak sudah habis. Ditambah lagi mobil tidak bisa lewat.Kebetulan saya melihat di samping gudang Regi ada jalan yang amblas, sehingga mobil besar tidak bisa lewat ,mendengar penjelasan tersebut Saya permisi kepada Regi, lalu menelpon ke nomor Dadang serta saya bertanya kepada Dadang berapa belanja kopi hari ini ? Dadang menjawab kalau kopi biasa harga Rp.17.000 Tetapi kalau kopi usang bisa di atas Rp.18.000,- lalu saya berbicara lewat telepon dengan Dadang. Saya bilang kopi saya ada 6 Ton Kurang lebih contoh sudah saya bawa, tetapi kategorinya belum tahu apakah kategori kopi tahun /usang atau kopi biasa. jawab Dadang bawa dulu contohnya setelah menutup nelpon .
Kami bergegas menuju gudang Dadang.Sampai ke gudang Dadang . Saya menyuruh Alex untuk menurunkan contoh kopi yang kami bawa ,Setelah itu di letaklah contoh kopi tersebut di meja Dadang.sampai di meja Dadang benar ternyata jawaban Dadang tidak ada penjualan, sedangkan harga kini kopi seperti yang Kami bawa Rp.17.000.lalu Dadang menyarankan kegudang Azwar, besar kemungkinan gudang Azwar yang masih ada kontrok. Jadi Bergegaslah saya dan Alex naik mobil langsung meluncur ke gudang Azwar .
Sesampai di gudang Azwar ternyata gudangnya tutup Dan Kami pun putar balik menuju ke gudang Zakar. Sesampai di gudang Zakar. Zakar bilang bahwa pasaran kini Rp.17.000 kurang lebih,karena mendengar penjelasan Zakar seperti itu saya tidak menurunkan contoh kopi atau menyuguhkannya karena dalam pikiran saya jelas tidak cocok. Setelah berbincang-bincang sejenak langsung Zakar meminta cek atau nota penjualan kopi kemarin karena sebelumnya nya 1 minggu yang lalu saya menjual kopi jangan Zakar dihutang oleh Zakar masih tersisa Rp.20.000.000,- lagi .
Saya bilang kepada Zakar bahwa, saya tidak membawa nota, tidak apa-apa kata Zakar ! cukup tanda tangan di catatan beliau yang menyatakan bahwa sisa hutang sudah dibayar. Lalu saya mengambil uang bayaran tersebut senilai Rp.20.000.000,- saya bagi dua Rp.10.000.000,- saya suruh Alex yang memegang kebetulan 2 hari yang lewat saya membeli kopi Alex masih terutang. jadi saya angsur Rp.10.000.000,- . Setelah itu kami Permisi Kepada Zakar langsung naik mobil bergegas meluncur ke arah kota Kepahiang, dalam perjalanan meluncur ke kota Kepahiang saya berbincang kepada Alex. Apakah sudah kenal betul dengan gudang H.Yan. kata Alex belum hanya Amra yang kenal, tapi coba dulu kita mampir dengan membawa contoh kopi. jadi segera bergegas kami mampir di gudang H.yan.
Kami mampir sebentar langsung menyuguhkan contoh kopi ,setelah berbincang-bincang sejenak contoh kopi diletakkan dalam tampah, lalu dimasukkan ke dalam mesin pengukur kadar air ,yang biasa di sebut dengan Tester. Setelah di test airnya kata H.Yan airnya 21 % Jadi harganya kini Rp.18.000 lalu kujawab kalau Rp.18.200,- bisa! kata H.Yan kalau Rp.18.200 belum bisa .Lalu Beliau minta nomor HP saya ,sambil bicara seandainya ada peluang besok ditelepon. Langsung lah saya memberi nomor HP .Nomor Hp Saya langsung miscall H.Yan lalu nomor beliau saya simpan .
Setelah itu kami bergegas pulang, sampai di rumah badan terasa capek.Saya istirahat sambil istirahat saya telepon kembali ke Hartawan (Kak Tawan) bawa saya minta harga Rp18.000.karena jual dengan Kak Tawan Tunai,sedangkan dengan H.Yan Utang sampai seminggu.
Besok saya antar ke gudang Kak Tawan,kata kak Tawan antar lah satu mobil kecil dulu. jika cocok semuanya beliau ambil.Jadi pas besoknya hari Jumat Saya antar ke gudang kak Tawan.Saya menunggu antrian ke-3 .Terus setelah di Timbang ternyata perjanjiannya harga Rp.18.000 tidak dapat dituruti oleh kak tawan tetap harga Rp.17.800,- sedangkan modal Saya Rp.17950. jadi saya rugi Rp.150 per kilo dengan agak emosi setelah kopi saya di timbang oleh Kak Tawan,lalu dibayarnya langsung saya ambil uang tersebut, langsung Permisi bergegas dengan nada emosi karena perasaan rugi Sakitnya Tuh Disini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar