Sabtu, 11 April 2020
INI CERITAKU, MANA CERITAMU ?
Jumat, 10 April 2020
Strategi Biar Tulisan Dilirik Penerbit Mayor dan Dapat Royalty Puluhan Juta
Belajar Menulis Gelombang 5
Pertemuan : Senin,23 Maret 2020
Waktu : Pukul 19.00 – 21.00 WIB
Pemateri. : Bpk.Wijaya Kusumah
Topik. : Pengalaman Menerbitkan Buku di Penerbit Mayor
Peresume : Usman Alamsyah,S.Sos,S.Pd
(usmancurup123@gmail.com)
Strategi Biar Tulisan Dilirik Penerbit Mayor dan Dapat Royalty Puluhan Juta
Belajar Menulis malam tadi malam sangatlah seru.Topik yang dibawakan oleh narasumber adalah tentang Menerbitkan Buku di Penerbit Mayor. Om Jay sebagai narasumber bertanya kepada kami peserta, adakah di antara kami yang sudah pernah menerbitkan buku di penerbit mayor ? kami Semua peserta menjawab belum pernah. Bahkan menurut beberapa peserta, menerbitkan buku di penerbit mayor ibarat sebuah mimpi Di siang bolong.
Selanjutnya, Om Jay menunjukkan kepada kami royalty buku yang diterima oleh beliau dari Penerbit Andi sebagai salah satu penerbit mayor selama 6 bulan.Kami takjub. waw,
Jumlah royalty nya sangat fantastis,
nominalnya mencapai puluhan juta bahkan hampir mendekati seratus juta rupiah. Amazing.Kami pun semakin penasaran dengan penerbit mayor.
Memang Om Jay sendiri pernah menerbitkan buku di penerbit indie, dengan sistem pembayaran sendiri untuk mendapatkan beragam layanan penerbitan dan pencetakan buku hasil karya penulis. Layanan yang diberikan biasanya meliputi cover, layout, dan ISBN. Apa yang di maksud penerbit mayor ?
Om jay menjelaskan bahwa penerbit mayor adalah penerbit skala besar dan kita tidak perlu membayar untuk mendapatkan layanan – layanan yang sudah disebutkan sebelumnya. Malah, kita yang akan mendapatkan royalty dari buku yang kita tulis tersebut.
Om Jay menceritakan tentang pengalamannya menyusun buku informatika di PGRI. Artikelnya bisa dibaca di sini https://www.kompasiana.com/wijayalabs/5c66c47d677ffb7fcb78bb39/penyusunan-buku-informatika-di-pgri
Maksud dari tulisan tersebut adalah guru harus mampu berkolaborasi dengan guru sekolah lainnya dan berkumpul dalam satu wadah organisasi guru. Serta mampu membuat karya agung yang bisa digunakan untuk semua sekolah. Sebab itulah penerbit mayor mau menerbitkannya karena memang layak jual dan mendatangkan keuntungan di kedua belah pihak.Apakah setiap orang bisa menulis buku ?
Sebenarnya, semua orang bisa menulis, termasuk guru. Bahkan guru penulis pun bisa menerbitkan bukunya di penerbit besar atau mayor. Tapi, kebanyakan guru tidak siap untuk melangkah seperti itu. Sehingga bidang penerbitan buku di penerbitan mayor didominasi oleh kaum akademisi seperti dosen – dosen di perguruan tinggi. Penyebab utamanya adalah guru belum dilatih untuk membuat dan menerbitkan buku ajar.
Di satu kesempatan, Om Jay menyaksikan pembelajaran di Cina. Beliau menggambarkan bahwa seorang guru mengajar lebih dari 59 anak di dalam kelas, namun selama 2 jam pembelajaran, mereka tampak asyik belajar. Sehingga tidak tepat dijadikan alasan bahwa guru belum mampu menulis dan menerbitkan buku di penerbit mayor karena tidak punya waktu dan sibuk mengajar anak – anak di kelas.Apa penyebab guru gagal menulis ?
Penyebabnya adalah Konsitensi. Konsistensi guru – guru untuk menulis juga masih menjadi penyebab gagalnya guru untuk menulis dan menerbitkan buku di penerbit mayor. Yang lebih fatal lagi guru tidak sabar untuk segera menerbitkan bukunya. Sehingga mereka lebih memilih menerbitkan buku di penerbit indie dan membayar proses penerbitannya.Padahal kan, seharusnya mereka yang dibayar dari buku itu.Biasanya, sebelum diterbitkan, ada SPP yang harus ditandatangani antara penerbit dengan penulis.
Biasanya proses pengajuan naskah buku untuk diterbitkan oleh penerbit mayor paling lama 3 bulan. Selama waktu itu, penerbit akan melakukan uji validasi dan kelayakan naskah buku yang kita tulis. Untuk itu, sebaiknya kita sering mengecek persyaratan penerbitan buku di website penerbit mayor. Berikut ini contoh informasi yang diperoleh dari website Penerbit Andi Yogyakarta :
http://andipublisher.com/sub-05-prosedur-penulisan.html
http://andipublisher.com/sub-06-npwp-penulis.html
http://andipublisher.com/sub-03-file-buku-pendukung.html
Kesimpulannya :
1).Untuk menulis dan menerbitkan buku di penerbit mayor perlu kolaborasi dan membangun super tim dalam wadah organisasi profesi guru yangkredibel dan sudah berpengalaman.
2).Semangat pantang menyerah
3).jangan takut di tolak penerbit Mayor
4).Harus siap melangkah
APAKAH BISA BELAJAR MENULISLEWAT WA GROUP
RESUME KULIAH ONLINE
Hari/tanggal : Sabtu / 08 April 2020
Pukul : 19.00 Wib-20.00 Wib
Nara Sumber : Bapak Wijaya Kusuma
Penulis Resume:Usman Alamsyah (usmancurup123@gmail.com)
APAKAH BISA BELAJAR MENULIS
LEWAT WA GROUP
Menurut Bpk Wijaya Kusuma,yang akrap di Panggil Om Jay.Belajar menulis itu berat, belajar menulis itu susah. apalagi menerbitkan buku.Itu ucapan rata-rata peserta seminar,juga termasuk saya.
Hal itu Om Jay dapatkan infonya dari banyak guru di Indonesia. Karena menganggap kegiatan menulis tugas yang berat.Om Jay. ingin berbagi ilmu tanpa harus bertemu.Apa bisa belajar menulis lewat Dunia Maya Cuma lewat WA Group?
Dalam refleksi hasil perjalanan Om Jay keliling Indonesia menunjukkan hal itu.
Banyak kota yang sudah beliau jelajahi.Sudah lebih dari 55 kota sudah di jelajahi, hasilnya sama saja. Apa maksudnya ?
Guru kesulitan dalam menulis dan menerbitkan buku. Sehingga wajar banyak dari mereka yang mentok di golongan IV A bagi guru PNS. karena merasa menulis itu beban.mereka juga sudah malas melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).Apa yang di lakukan Om Jay ?
Beliau mencoba diskusi dengan kawan-kawan Komunitas Sejuta Guru Ngeblog (KSGN), Ternyata alhamdulilah mereka mendukung dan siap menjadi nara sumbernya. Om Jay,juga menghubungi bapak ketua Ikatan guru TIK PGRI, pak Bambang Susetiyanto agar sertfikat belajar menulis gratis ditandatangi oleh beliau karena organisasi sudah terdaftar dengan nama komunitas guru tik dan kkpi serta berbadan hukum dan lolos sebagai guru penggerak di kemdikbud.
wow Guru Penggerak !Jadi hasil belajar tersebut,bisa mendapat sertifikat dan sertifikatnya bisa digunakan untuk kenaikan pangkat guru PNS dan Non PNS.Kenaikan pangkat lho ! hemm..
Puji Syukur Alhamdulillah, ide Om Jay mendapatkan sambutan dari ketua umum Pengurus Besar PGRI, Prof Dr. Unifah Rosyid ( Ketua PGRI Pusat ).
Program belajar menulispun di jalankan hanya lewat wa group saja. Sekaligus uji coba apakah program ini bisa di jalankan gelombang demi gelombang. Lalu Om Jay melakukan eksperimen.Wow Om Jay sambil menyelam minum air Pula semoga tidak tenggelam dan Cegukkan he...he....
Berapa gelombang yang beliau buat ?
Gelombang pertama dibuka.Satu persatu nomor Wa mendaftar dan
banyak yang mendaftar.Peserta belajar menulis cukup banyak. Selalu penuh 256 orang di WA Group. Setiap malam semua narasumber memberikan materinya secara bergantian. Bahkan anak pertama Om Jay, Intan ikut dilibatkan. Hasilnya? Hanya satu orang saja yang berhasil menulis setiap hari di blognya.Siapakah Dia ?
Ibu Rosiana namanya,Beliau memang luar biasa, menulis setiap hari di blog pribadinya.Orangnya rajin dan tekun.Berkat ketekunan dan keuletan dalam menulis.Ibu Rosiana di nilai menulis bagus Sehingga Rapat KSGN memutuskan memberikan hadiah kejutan berupa buku karya pak Namin dan uang sejumlah uang Rp. 1.000.000 (satu juta rupiah). wow keren ! KSGN langsung menransfer uangnya ke rekening ibu Rosiana, juga ada tambahan buku dari penerbit dan kawan kawan kuliah S3 di kampus UNJ. hebat kan?
Awalnya Mereka telah menyiapkan hadiah sebesar Rp. 3.000.000 (tiga juta rupiah) buat blogger atau penulis blog yang mampu menulis setiap hari. Pak Dedi Dwitagama memberikan masukan pada Om Jay saat makan malam. Katanya, lebih baik dibagi 3 gelombang saja. Agar semakin banyak guru yang merasakan hadiah kejutannya. Nah saran pak Dedi Dwitagama bagus juga,kata Om Jay,sambil angguk Kepala. Mereka sepakat memberikan hadiah kejutan buat peserta belajar menulis yang mampu menulis setiap hari di blog dan dikirimkan langsung kirim ke email omjaylabs@gmail.com tentunya memberi motivasi terhadap yang rajin.Apakah kamu rajin,buktikan ?
Gelombang kedua kita buka. Kali ini dengan strategi berbeda.Berdasarkan evalausi dari gelombang pertama.
Apa yang Om Jay lakukan ?
Materi diberikan tidak setiap malam. Tapi ada satu hari peserta menulis dan mengerjakan tugas resumenya. ada jedah supaya ada kesempatan berpikir.
Hasilnya ada peningkatan. Sudah mulai banyak yang menyelesaikan tugasnya. Ada sekitar 5 orang guru siap mendapatkan sertifikatnya dan tinggal menunggu mereka menyatukan tulisannya dalam sebuah file untuk diterbitkan menjadi sebuah buku.baguskan tulisan di bukukan ?
Ini kejutan luar biasa bagi PGRI. Keren banget hasilnya kalau semua peserta fokus dan lulus. Bila ada 250 peserta fokus menulis, maka akan ada 250 buku baru terbit dan ber-ISBN. Namun apalah daya,tidak semudah membalikkan telapak tangan, untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, tidak semua guru fokus mengerjakan tulisannya. Mereka hannya pengamat setia dan hanya fokus untuk mengejar sertifkatnya saja yang 40 jam, Tetapi tidak fokus pada penerbitan bukunya.Om Jay agak kecewa dalam pikiran beliau ?
Padahal kalau mereka mau fokus dan duduk sebentar saja, pastilah bukunya akan jadi. Sebab tidak dibutuhkan otak untuk bisa menulis, kata almarhum Nusa putra. Kita hanya butuh pantat. Kita perlu duduk sebentar untuk fokus dalam menulis. kalau itu dilakukan setiap hari, maka dalam sebulan akan ada 30 artikel yang siap dijadikan buku seperti almarhum Hernowo Hasim.tidak percaya silakan mencoba ?
Ungkapan Hernowo Hasim. Andaikan Buku Sepotong Pizza, kata beliau pastilah akan banyak dibaca para guru dan dinikmati isinya. Pesan mas Hernowo ini masih ada dalam ingatan Om Jay, ketika beliau memberikan materinya di acara Teacher Writing Camp (TWC) di kampus UNJ Rawamngun. Setelah kegiatan itu,banyak guru yang sudah sukses dan menerbitkan bukunya.yuk ikut jejak Om Jay !
Sekarang, belajar menulis melalui WA group sudah mencapai gelombang 9,
Seperti memacu Kuda aja! ahaa..
kali ini Om Jay melihat banyak sekali guru yang mulai bersemangat menulis.
karena di sodorkan terus dengan materi.Daftar hadir online dibuat oleh ketua kelas. Tapi masih ada juga hanya menyimak. Mungkin karena menulis belum menjadi kebutuhan seperti makan dan minum. Mereka lebih senang berkomunikasi lewat lisan daripada tulisan.Selalu punya alasan.
Om Jay ,bercerita
Beliau bukan penulis buku best seller, dan juga bukan pakarnya dalam dunia tulis menulis. Namun beliau belajar banyak untuk membuat tulisan Supaya lebih menarik dan enak dibaca. Belum bisa buat cerpen, baru bisa menulis kisah nyata saja.Apa benar ?
Om Jay baru bisa menulis di blog. Menulis catatan harian seorang guru blogger yang ingin bangsanya maju. Setidaknya Om Jay telah membuktikan bahwa kita bisa belajar lewat aplikasi wa group. Setelah itu posting dan dokumentasikan tulisan di blog agar tulisannya banyak dibaca orang lain dan nanti dengan mudah dibuatkan bukunya. seperti buku-buku beliau yang diterbitkan dari hasil menulis setiap hari di blog pribadi.Benar-benar ungkapan yang tidak sombong ya teman-teman ?
Semoga kita semua di Group WA.Gelombang 1 sampai Gelombang 9 bisa mengikuti Jejak Om Jay.dan menulis Buku satu Orang satu Buku.
Amin Ya Robbal Alamin.
Penulis Resume
Usman Alamsyah
SDN 163 Rejang Lebong
Kamis, 09 April 2020
KARYA SASTRA
DASAR MENULIS:KATA,KALIMAT DANPARAGRAF
RESUME KULIAH ONLINE
DASAR MENULIS:KATA,KALIMAT DAN
PARAGRAF
Hari/Tanggal : Kamis / 09 April 2020
Pukul : 19.00 Wib-20.00 Wib
Nara Sumber : Bpk Imam Fitri Rahmadi
Penulis Resume:Usman Alamsyah (usmancurup123@gmail.com)
Dasar Menulis : Kata,Kalimat dan Paragraf
Menurut Imam Fitri Rahmandi
Semua orang bisa menulis. Paling sederhana menulis status di WhatsApp dan Facebook, atau sekadar menulis keterangan foto yang diunggah di Instagram. Tulisan bisa menggunakan kata, kalimat, dan bentuk paragraf sesukanya. Menulis secara personal memang sangat bebas tidak harus sesuai dengan suatu aturan penulisan tertentu. Berbeda jika ingin menulis formal, apalagi menulis untuk keperluan akademik, terdapat berbagai kaidah baku yang harus diikuti.Mengapa ?
Tulisan ini membahas pemilihan kata, penulisan kalimat, dan penyusunan paragraf dalam konteks penulisan personal, formal, maupun akademik. Penulisan personal adalah sebagaimana anda menulis status atau menulis blog dengan gaya personal. Penulisan formal biasanya digunakan oleh para jurnalis untuk menulis berita atau oleh para blogger profesional untuk menulis artikel populer. Sedangkan penulisan akademik digunakan oleh para akademisi untuk menulis berbagai karya ilmiah seperti makalah, laporan penelitian, atau artikel jurnal.
Ketiga konteks penulisan dibahas supaya dapat memberikan gambaran besar dan perbedaan di antara ketiganya. Pemilihan kata, penulisan kalimat, dan penyusunan paragraf merupakan hal paling mendasar yang perlu dipelajari supaya dapat menulis dengan baik. Jika hal tersebut sudah dikuasai, anda akan dapat membuat tulisan yang enak dibaca dan mudah dipahami sesuai dengan tujuan dan konteks penulisan.
Beberapa strategi dalam tulisan ini saya sarikan dari pengalaman pribadi selama belajar menulis, dan terutama ketika mengikuti berbagai pelatihan bahasa Inggris untuk keperluan akademik, yang biasa disebut dengan english for academic purposes. Adaptasi strategi penulisan dari bahasa Inggris saya lakukan karena ternyata rumusan yang digunakan jauh lebih sederhana dan mudah dipahami daripada teori yang diambil dari Bahasa Indonesia. Tidak ketinggalan, penjelasan materi dalam tulisan juga dilengkapi dengan contoh nyata.
Pemilihan kata sangat menentukan rasa tulisan. Perihal pilihan kata yang tepat dan selaras untuk menulis kalimat sesuai dengan tujuan dan konteks penulisan disebut dengan diksi. Antara penulisan personal, formal, dan akademik, diksi yang digunakan bisa sangat berbeda meskipun dimaksudkan untuk mengungkapkan atau menggambarkan hal yang sama.
Sebagai contoh, coba cermati tiga kalimat di bawah ini:
Ibu guru sedang ngobrol-ngobroldengan kepala sekolah.
Ibu guru sedang berbincang-bincang dengan kepala sekolah.
Ibu guru sedang berdiskusi dengan kepala sekolah.
Berbeda satu kata saja dapat merubah rasa dari kalimat. Antara ngobrol-ngobrol, berbicara, dan berdiskusi, ketiganya sama-sama menggambarkan proses bertukar informasi antara ibu guru dengan kepala sekolah. Namun, kata ngobrol-ngobrol terasa lebih personal, kata berbicara terasa lebih formal, sedangkan kata berdiskusi terasa lebih akademik.
Jika dalam bahasa Inggris sangat mudah untuk menemukan klasifikasi kelas kata karena bahasa Inggris sendiri sudah jelas terbagai menjadi dua, yaitu general English dan academic English. Selain itu, terdapat banyak kamus yang khusus berisi kumpulan kosa kata akademik atau academic words. Pada bahasa Indonesia, sepertinya belum ada kamus khusus seperti itu, jadi anda sendiri yang harus cermat mempertimbangkan diksi yang akan digunakan jika ingin menulis lebih formal atau akademik.
Contoh sederhana lainnya, seperti kata ganti orang pertama: gue, aku, dan saya,yang memiliki rasa tersendiri jika dipakai pada sebuah kalimat. Gue dan aku terasa sangat personal, sedangkan saya terasa lebih formal. Lalu bagaimana untuk penulisan akademik?
Pada penulisan akademik, kata ganti personal baik orang pertama, kedua, atau ketiga sebaiknya dihindari dengan mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif dan menghilangkan kata gantinya. Misalkan, “saya melakukan penelitian ini untuk mendeskripsikan . . .”, maka sebaiknya ditulis seperti ini: “penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan . . .”
Kata yang benar adalah kata yang digunakan sesuai dengan tujuan dan konteksnya. Kata yang baik adalah kata yang bisa menyampaikan informasi sesuai yang diinginkan oleh penulis sesuai dengan target pembaca. Pemilihannya berati disesuaikan dengan tujuan, konteks, dan target pembaca.
Jadi, silakan dilihat dan dipertimbangkan kembali diksi dalam tulisan anda selama ini; apakah cenderung personal, lebih formal, atau bahkan sangat akademik?
Menulis kalimat yang baik sesuai dengan Subjek, Prediket, Objek, dan Keterangan (SPOK) sudah dipelajari sejak di bangku Sekolah Dasar (SD). Apakah anda masih ingat?
Jika masih ingat, berarti baru saja anda membayangkan sebuah kalimat sederhana atau tunggal yang setidaknya terdiri dari subjek dan predikat, seperti “saya membaca” atau yang lebih lengkap “saya membaca tulisan di blog.” Namun, yang selama ini jarang dipraktekkan dalam menulis, bahwa juga terdapat aneka bentuk kalimat majemuk yang perlu diterapkan dalam tulisan anda supaya tidak monoton dan lebih menarik untuk dibaca.
Terdapat 4 macam kalimat majemuk: setara, rapatan, bertingkat, dan campuran. Jujur saja, saya sendiri tidak pernah menerapkan keempat rumusan kalimat majemuk tersebut karena cukup rumit. Saya justru selalu menggunakan rumus yang saya dapat ketika belajar bahasa Inggris untuk keperluan akademik yang jauh lebih sederhana.
Selain kalimat sederhana (simple sentence), dalam bahasa Inggris terdapat dua bentuk kalimat lain, yaitu kalimat gabungan (compound sentence) dan kalimat kompleks (complex sentence). Kalimat gabungan dibuat dengan menambahkan salah satu kata dari singkatan FANBOYS: for (untuk), and (dan), nor (maupun), but (tetapi), or (atau), yet (namun), so (sehingga). Sedangkan kalimat kompleks dirangkai dengan menambahkan kata seperti when (ketika), after (setelah), because (karena), since (sejak), although (meskipun), while (sementara), dan lainnya. Supaya lebih jelas, seperti ini contohnya:
Kalimat sederhana:
Saya membaca tulisan di blog.
Kalimat sederhana ini bisa dikembangkan menjadi kalimat gabungan:
Saya membaca tulisan di blog untukmenambah pengetahuan tentang cara menulis kalimat.
Kalimat sederhana tersebut juga bisa dijadikan kalimat kompleks:
Saya membaca tulisan di blog ketikasedang bekerja dari rumah.
Satu lagi, kalimat gabungan dapat disatukan dengan kalimat kompleks yang kemudian disebut sebagai kalimat campuran:
Saya membaca tulisan di blog untuk menambah pengetahuan tentang cara menulis kalimat ketika sedang bekerja dari rumah.
Kalimat campuran adalah gabungan dari kalimat gabungan dan kalimat kompleks. In rumusnya:
Kalimat gabungan dibuat dengan menambahkan salah satu kata dari singkatan FANBOYS: for (untuk), and (dan), nor (maupun), but (tetapi), or (atau), yet (namun), so (sehingga). Sedangkan kalimat kompleks dirangkai dengan menambahkan kata seperti when (ketika), after (setelah), because (karena), since (sejak), although (meskipun), while (sementara), dan lainnya.
Jadi, anda harus menerapkan variasi kalimat dalam setiap paragraf supaya tulisan tidak monoton dan lebih menarik untuk dibaca. Variasi kalimat ini berlaku untuk penulisan personal, formal, dan akademik. Mari kita simak bagaimana menyusun paragraf dulu, setelah itu akan saya jelaskan penerapan variasi kalimat dalam sebuah paragraf.
Apalagi tentang paragraf, pasti anda sudah sering mendengar penjelasannya. Betul, paragraf adalah kumpulan kalimat yang mempunyai satu kalimat topik (topic sentence) sebagai ide pokok atau gagasan utama (main idea) dan beberapa kalimat penjelas (supporting sentences) sebagai detail yang menjelaskan ide pokok. Dalam kata lain, sering disebut juga bahwa paragraf memiliki satu induk kalimat dan beberapa anak kalimat. Kesimpulan bisa ditambahkan pada setiap akhir paragraf jika dibutuhkan.
Secara umum, paragraf dibagi menjadi dua, yaitu paragraf deduktif dan induktif. Paragraf deduktif meletakkan gagasan utama pada kalimat pertama dalam paragraf dengan penjelasan dari umum ke khusus. Sedangkan paragraf induktif adalah sebaliknya; gagasan utama pada kalimat terakhir dalam paragraf degan penjelasan dari khusus ke umum. Nah, supaya tulisan enak dibaca dan mudah dipahami, sebaiknya gunakan jenis paragraf yang pertama.
Gagasan utama yang terletak pada kalimat pertama dalam sebuah paragraf memudahkan pembaca untuk langsung mendapatkan ide pokok paragraf di awal. Berbeda ketika gagasan utama diletakkan pada kalimat terakhir dalam sebuah paragraf, pembaca harus membaca sampai ujung paragraf dulu baru mendapatkan ide pokoknya. Lantas bagaimana caranya menyusun paragraf yang enak di baca dan mudah dipahami?
Sekarang saatnya menerapkan variasi kalimat dalam sebuah paragraf. Caranya sederhana untuk membuat paragraf yang enak di baca dan mudah dipahami: tulis kalimat topik dalam bentuk kalimat sederhana, baru kemudian lakukan variasi bentuk kalimat pada beberapa kalimat penjelasnya. Jadi, kalimat topik yang berlaku sebagai gagasan utama harus ditulis dalam bentuk sesederhana mungkin. Hindari menggunakan kalimat gabungan dan kompleks untuk menuliskan gagasan utama. Sebaliknya, lakukan aneka variasi kalimat pada beberapa kalimat penjelas dan diperhalus transisinya dengan konjungsi atau kata penghubung. Supaya lebih jelas, mari kita lakukan simulasi paragraf dengan menggunakan beberapa kalimat berikut:
Kalimat topik:
Bekerja dari rumah memiliki kekurangan dan kelebihan.
Beberapa kalimat penjelas:
Bekerja dari rumah menjadikan jadwal kerja tidak begitu jelas.
Karyawan harus membuat jadwal jam kerja sendiri.
Bekerja jadi tidak nyaman bagi yang memiliki rumah sempit.
Bekerja dari rumah justru waktu menjadi lebih fleksibel.
Lebih banyak waktu untuk keluarga.
Menghemat pengeluaran untuk biaya transportasi.
Menghemat biaya operasional kantor.
Apabila dijadikan paragraf yang semua merupakan kalimat sederhana, maka jadinya seperti ini:
Bekerja dari rumah memiliki kekurangan dan kelebihan. Bekerja dari rumah menjadikan jadwal kerja tidak begitu jelas. Karyawan harus membuat jadwal jam kerja sendiri. Bekerja jadi tidak nyaman bagi yang memiliki rumah sempit. Bekerja dari rumah justru waktu menjadi lebih fleksibel. Lebih banyak waktu untuk keluarga. Menghemat pengeluaran untuk biaya transportasi. Menghemat biaya operasional kantor.
Namun, jika anda melakukan variasi bentuk kalimat dan menambahkan beberapa konjungsi, menjadi lebih enak dibaca dan mudah dipahami seperti ini:
Bekerja dari rumah memiliki kekurangan dan kelebihan. Pada satu sisi, bekerja dari rumah menjadikan jadwal kerja tidak begitu jelas sehinggakaryawan harus membuat jadwal jam kerja sendiri. Bekerja jadi tidak nyaman bagi yang memiliki rumah sempit. Pada sisi lain, bekerja dari rumah justru waktu menjadi lebih fleksibel dan lebih banyak waktu untuk keluarga. Selain itu, bekerja dari rumah bukan hanyadapat menghemat pengeluaran untuk biaya transportasi tetapi jugamenghemat biaya operasional kantor.
Silakan rasakan perbedaannya. Bandingkan antara membaca paragraf yang isinya semua hanya kalimat sederhana dengan paragraph yang berisi variasi kalimat gabungan dan kompleks. Konjungsi yang berfungsi sebagai transisi antar kalimat membuat setiap kalimat dalam paragraf mengalir dengan baik sehingga paragraf enak dibaca dan mudah dipahami.
Satu hal lagi tentang paragraf yang penting disampaikan . Masih banyak yang kebingungan dalam membuat kalimat topik sebagai gagasan utama dalam paragraf. Baik, cara gampang untuk membuatnya, adalah pastikan anda meletakkan ide pengontrol atau controlling idea pada setiap kalimat topik. Contohnya seperti kalimat topik di atas: “Bekerja dari rumah memiliki kekurangan dan kelebihan”, di sini kekurangan dan kelebihan bekerja dari rumah menjadi ide pengontrolnya. Ada lagi misalnya: “Pencegahan virus Corona dapat dilakukan dengan berbagai cara,” maka di sini berbagai cara pencegahan virus dijadikan pengontrol paragraf sehingga kalimat penjelasnya harus terdiri dari beberapa kalimat yang memberikan informasi apa saja berbagai cara pencegahannya.
Cara-cara rahasia dalam menulis
1. Proses dan rahasia kreatif di lakukan adalah dengan *membaca*.
Inspirasi itu secara ilmiah bukan berarti ditemukan dengan merenung di bawah pohon atau duduk di pinggir danau sambil melamun. Jika anda ingin menulis, berarti harus banyak baca dulu. Memperbanyak input sebelum outputnya ditulis.
2. Hambatan terbesar mencari Niche alias topik yang orisinil yang belum ditulis oleh orang lain. ini disebut sebagai tantangan. Ibarat mau meneliti, tantangannya adalah mencari reserach gap sebagai novelty penelitian kita.
3. Literasi digital generasi milenial masih sangat minim. Gerakan literasi digital di Indonesia sudah banyak yang mengarah ke penanggulangan hoaks, ciber bullying, pornografi, dan lainnya. Justru yang kurang adalah literasi digital untuk keperluan akademin sebagai bekal generasi milenial untuk belajar di era digital. Belum ada gerakan literasi digital yang mengarah ke situ. Tahun kemarin Pak Imam meneliti literasi digital untuk keprluan akademik bagi mahasiswa generasi milenial dengan hibah PDP Dikti. Senang jika ada yang meneruskan penelitian itu.
Setidaknya ada 2 model yang bisa membantu bagaimana menyusun paragraf yang baik:
Konjungsi antar kalimat dipilih berdasarkan jenis kalimatnya.
Sedangkan, konjungsi antar paragraf dikontrol dengan kalimat topiknya.
Untuk menjawab ini harus melihat gambaran besar struktur sebuah artikel.Jadi, dalam pendahuluan, penulis mencantumkan thesis statement alias pendapat penulis dulu. Pendapat penulis mengandung beberapa kalimat topik. Nah, kalimat topik itu nanti yang akan ditaruh satu per satu di setiap paragraf. Sehingga satu artikel nyambung semuanya.
Jadi, dilihat, kalau kalimatnya mengandung sesuatu yang kontras bisa gunakan konjungsi: namun, padahal, dan lainnya.
Apa bisa kita menggunakan bahasa Lokal ?
Bisa. Cara penulisannya, bahasa lokal dituliskan dengan huruf miring. Kemudian dikasih penjelasan apa yang dimaksud dari istilah lokal yang digunakan tersebut. Apabila sudah ditulis miring sebetulnya dalam kaidah penulisan bahasa indonesia semua orang sudah paham kalau iti istilah di luar bahasa indonesia.Bagaimana kalau bahasa Asing.?
Dalam tata bahasa indonesia yang resmi pun kata asing boleh dimasukkan dengan cara penulisan tersendiri. Biasanya dengan dicetak miring.
Semua tergantung konteks dan terget pembaca sebetulnya. Penerbit besar seperti Elexmedia, naskah teman saya diterbitkan di sana dengan gaya bahasa elu gue. Tidak msalah karena target pembaca anak alay.
Bagaimana menyusun dan mengoreksi tulisan Orang lain ?
Kalau membenarkan tulisan orang lain yang banyak kesalahannya memang cukup rumit. Mending ditulis ulang dengan kata sendiri. Ibarat penjahit, lebih suka jahit baju dari awal daripada harus benerin baju yang salah jahit.
Namun, jika dasar-dasar menulis sudah dikuasai, akan mudah mengoreksi tulisan orang lain.
Bagaimana Penulisan Artikel ?
Artikel bebas atau artikel populer bisa menggunakan antara kata personal atau formal. Yang pasti, kata ganti orang sangat dihindari dalam penulisan akademik.
Dalam konteks blog, Pak Imam dan anda masih termasuk formal, para blogger profesional banyak menggunakan kata ganti itu. Aku dan kamu bisa digunakan juga supaya terasa lebih personal. Jadi, lihat kembali siapa pembaca.Secara umum,Penulisan dengan kata personal,formal dan akademik boleh semuanya.
Namun, dalam teori penulisan akademik, supaya paragraf mudah dipahami gunakan paragraf deduktif. Jadi, kalimat pokok selalu di depan. Dalam penulisan artikel jurnal juga seperti itu.
Sejauh Pengamatan Pak Imam, penerapan paragraf deduktif, induktif atau campuran, itu hanya diaplikasikan dalam reading atau naskah bacaan untuk ujian bahasa atau ujian sekolah.
Namun, praktek dalam menulis, yang banyak digunakan adalah paragraf deduktif.Bagaimana Pemilihan diksi ?
Pemilihan diksi tergantung target pembaca.Dalam konteks buku pelajaran sebaiknya gunakan diksi yang formal saja. Siswa akan bingung jika diksi terlalu akademik.Beda misalkan membuat buku teks untuk anak kuliah atau kalangan akademisi, dimana ini sudah masuk ke penulisan akademik, gunakan diksi akademik.
Menulis itu Sederhana, mengutip judul lagunya almarhum Glen Fredly, "terserah . . ." Sesuka penulisanya jika ingin menulis fiksi.Namun, ada satu hal yang tetap dijadikan patokan, setiap satu paragraf pasti ada inti pesan yang ingin disampaikan meskipun dalam penulisan fiksi.Tetapi, dalam penulisan paragraf tersebut tidak seketat penulisan non-fiksi.
Tulisan yang baik dan menarik adalah yang ditulis sesuai dengan kaidah penulisan, terutama ini dalam konteks penulisan formal dan akademik.
Tips dan trik Menulis :
1)Perbanyak input: membaca
2)Berlatih: mencoba sedikit demi sedikit beberapa dasar menulis yang sudah kita pelajari.
Intinya Menulis: rajin menulis
Pengalaman Pak Imam
1. Mulai rajin menulis sejak kuliah S1 dengan mengikuti salah satu komunitas menulis tentang narasi lokal di sini:
Jenuh sesekali datang. Caranya tutup laptop, jalan keluar. Baru balik lagi dengan pikiran yang fresh
2. Pernah tidak menghargai tulisan sendiri, jangankan orang lain, Imam juga pernah tidak menghargai tulisan Dia sendiri .
Menulis merupakan sebuah proses yang lambat laun kita akan suka dengan tulisan kita sendiri. Selama proses tersebut, "bodo amat" saja dengan semua kata orang. Silakan baca tulisan saya 7 tahun silam, jelek banget.
Seperti semangat yang selalu disampaikan Omjay, menulis saja terus dan buktikan apa yang terjadi.
Yang lebih penting, temukan motivasi internal dalam diri kenapa harus menulis. Kalau motivasi internal sudah kuat, gak peduli kata orang, menulis tetap jalan terus.Jika kita sendiri sudah suka dengan tulisan sendiri, itu sudah jauh dari cukup ketimbang ambil hati komen orang lain.
Sangat menarik membahas hal mendasar dalam menulis. Sayangnya tulisan ini sudah terlalu panjang dan lebih baik untuk disambung pada lain kesempatan. Apalagi membahas tentang paragraf, sangat tidak cukup hanya dijelaskan dalam satu postingan tulisan. Bahkan, ada satu buku khusus yang membahas tentang bagaimana menulis aneka model paragraf yang baik dan benar sesuai kaidah yang berlaku.
Beberapa dasar menulis yang dijelaskan di sini, sekiranya cukup untuk dijadikan bekal untuk dapat menulis dengan baik dalam konteks personal, formal, maupun akademik. Selebihnya, perlu membiasakan diri untuk memilah dan memilih diksi yang sesuai, menulis aneka variasi kalimat, dan menyusun paragraf yang enak dibaca dan mudah dipahami. Semakin banyak berlatih, semakin terampil menulis.
Semoga tulisan ini dapat bermanfat bukan hanya sebagai landasan teoretis tetapi juga landasan praktis bagi siapa saja yang sedang belajar menulis baik dalam gaya personal, formal, maupun akademik.
IHWAL LEGENDA DAN DONGENG
RESUME KULIAH ONLINE IHWAL LEGENDA DAN DONGENG
Hari/tanggal : Sabtu /8 April 2020
Pukul : 19.00 Wib-20.00 Wib
Nara Sumber : Bapak Cucu Agus Hidayat
Penulis Resume:Usman Alamsyah (usmancurup123@gmail.com)
*IHWAL LEGENDA DAN DONGENG*
Menurut Pak Cucu Agus Hidayat
Dari semua bentuk atau genre folklor yang ada, salah satu yang dikenal yaitu prosa fiksi .Apa itu Prosa Fiksi ?
Prosa Fiksi adalah cerita rakyat. Cerita rakyat yang merupakan bentuk karya sastra yang diketahui sudah ada pada masa tradisi lisan.tidak percaya ?
Contoh :Pemaknaan terhadap cerita rakyat bisa dari segi bentuk, pencipta, kewarisan, juru cerita, dan fungsinya. Secara tentatif, cerita rakyat adalah karya sastra yang berbentuk prosa/epik yang dibuat oleh si empunya cerita tentang orang, tempat, peristiwa, dan perikehidupan suatu kolektif masyarakat yang disampaikan secara lisan dan turun-temurun serta menjadi milik kolektif.
Kita baca pendapat para Ahli
Kenapa di baca Pendapat para ahli ?
Karena Pendapat sering berbeda.
Pendapat William R. Bascom, cerita rakyat dapat dibagi ke dalam tiga golongan besar, yaitu : (1) mite _(myth),_ (2) legenda _(legend),_ dan dongeng _(folktale)._
Sekarang Kita berbicara tentang Mite.
Apa itu Mite ?
Mite adalah cerita prosa rakyat yang dianggap benar-benar terjadi dan dianggap suci oleh yang empunya cerita. Mite ditokohi oleh para dewa atau makhluk setengah dewa. Peristiwa terjadi di dunia lain atau di dunia yang bukan seperti yang kita kenal sekarang dan terjadi pada masa lampau. Mite pada umumnya mengisahkan terjadinya alam semesta _(cosmogony),_ dunia-mayapada, dunia dewata _(pantheon),_ manusia pertama dan pembawa kebudayaan _(culture hero),_ terjadinya maut, terjadinya makanan pokok, segala alam, bentuk tofografi, bentuk khas binatang, dan lain-lain.
*Legenda*
Apa Pengertian Legenda ?
Legenda adalah cerita prosa rakyat yang dianggap oleh si empunya cerita sebagai suatu kejadian yang sungguh-sungguh pernah pernah terjadi. padahal hanya omongan mulut ke mulut.Legenda bersifat keduniaan, terjadi pada masa yang belum begitu lampau, bertempat di dunia yang kita kenal sekarang, tidak dianggap suci sebagaimana mite, ditokohi manusia yang kadangkala memiliki sifat luar biasa dan sering dibantu makhluk ajaib.
jadi Faktor Animisme dan Dinanisme ada Di Sini.
Definisi lain tentang legenda antara lain bahwa legenda adalah hasil kesusastraan lama yang menceritakan kisah tentang sejarah mengenai tokoh yang dianggap ada pada masa dulu dengan sifat heroik dan istimewa
Legenda merupakan cerita rakyat zaman dahulu yang ada hubungannya dengan sejarah, khayal semata, tetapi dihubungkan dengan asal-usul tempat, daerah, kota, wilayah, gunung, hutan, dan sebagainya.
Pendapat Jan Harold Brunvand, legenda dapat diklasifikasikan ke dalam empat kelompok, yaitu : (1) legenda keagamaan _(religious legends),_ (2) legenda alam gaib _(supernatural legends),_ (3) legenda perseorangan _(personal legends),_ dan (4) legenda setempat _(local legends)._ Legenda keagamaan adalah legenda orang-orang suci atau orang saleh. Contoh legenda keagamaan antara lain : "Pangeran Panggung, Anjing-anjingnya, dan Permainan Wayang", "Makam di Pamlaten dan Penjajahan Kolonial Belanda", dan sejenisnya. Sementara, legenda alam gaib berbentuk kisah yang dianggap benar-benar terjadi dan pernah dialami seseorang. Misalnya, legenda tempat yang dipercaya penuh mistis sebagai pintu gerbang menuju alam gaib.
Apa Yang di Maksud Legenda Perseorangan ?
Legenda perseorangan adalah cerita mengenai tokoh-tokoh tertentu yang dianggap oleh yang empunya cerita benar-benar pernah terjadi. Legenda semacam ini banyak sekali. Misalnya, "Legenda Tokoh Panji", "Ande-Ande Lumut", "Si Pitung", atau kalau di luar negeri legenda "Robin Hood". Selanjutnya, legenda setempat, yakni cerita yang berhubungan dengan suatu tempat, nama tempat, bentuk tofografi/permukaan walayah/daerah. Misalnya, "Legenda Kuningan", "Anak-anak Dalem Solo yang Mengembara Mencari Sumber Bau Harum", "Asal Mula Banyuwangi", "Gunung Tangkuban Perahu", "Asal Mula Nama Tengger dan Gunung Batok", "Legenda Roro Jonggrang", "Legenda Candi Sewu", dan lain-lain.
*Dongeng*
Apa Sebenarnya Dongeng itu ?
Dongeng adalah prosa rakyat yang tidak dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita dan tidak terikat oleh waktu maupun tempat. Dongeng terutama sekali untuk hiburan, walaupun ada juga yang melukiskan kebenaran, berisikan pelajaran moral, atau bahkan sindiran. Menurut Danandjaja, dongeng seringkali disamakan dengan cerita peri _(fairy tales),_ cerita anak-anak _(nursery tales),_ dan cerita ajaib _(wonder tales)._
Thompson mengklasifikasikan dongeng ke dalam empat kelompok, yaitu : (1) dongeng binatang _(animals tales),_ (2) dongeng biasa _(ordinary folktales),_ (3) lelucon dan anekdot _(jokes and anecdote),_ dan dongeng berumus _(formula tales)._ Dongeng binatang adalah dongeng yang ditokohi binatang peliharaan dan binatang liar, seperti binatang menyusui, burung, binatang melata, ikan, dan serangga. Binatang-binatang itu dalam cerita dapat berbicara dan berakal budi seperti manusia. Misalnya, dongeng "Sang Kancil dan Buaya".
Apa yang Di Sebut Dongeng biasa ?
Dongeng biasa adalah jenis dongeng yang ditokohi manusia dan biasanya berisi kisah suka duka seseorang. Misalnya, "Cinderella", "Bawang Putih dan Bawang Merah", "Si Melati dan Si Kecubung", "Bujang Munang", "Sankuriang" (tipe oedipus), dan lain-lain. Dongeng lelucon dan anekdot adalah cerita yang dapat menimbulkan rasa menggelikan hati, sehingga menimbulkan ketawa bagi yang mendengarkan dan menceritakannya. Sementara, dongeng berumus adalah dongeng yang strukturnya terdiri dari pengulangan. Jenis dongeng berumus adalah dongeng bertimbun banyak, dongeng mempermainkan orang, dan dongeng yang tidak mempunyai akhir.
Demikian lah Materi awal menulis Legenda dan Dongeng
selamat berlatih, dan selamat menulis legenda-dongeng.
Rabu, 08 April 2020
CERITA SI PISANG GORENG
Doa Pembuka Rezeki dan Terhindar Musibah
Doa Pembuka Rezeki dan Terhindar Musibah 🌿 Doa dari Al-Qur’an Doa Memohon Rezeki yang Luas dan Berkah 📖 QS. Al-Maidah: 114 "Allahumm...
-
Belajar Menulis Gratis Selama 3 hari ini Om Jay belajar menulis melalui WA Group. Aplikasi WhatsApp yang bisa ju...
-
Untaian Piluku Menjadi Honorer Oleh : Ratna,S.Pd Mula awalnya saya menjadi guru honor..tapi sebelumnya saya akan menceritakan tentang prop...
-
CATATAN HARIAN SEORANG GURU BLOGGER ( Bpk.WIJAYA KUSUMAH, M. Pd /Om JAY) Perjalanan Om Jay Menjadi Seorang Blogger ini kisah ny...