Minggu, 04 Oktober 2020

SECARIK CERITA GURU HONORER 3T

https://youtu.be/0w94QUCc51Y

Pada tulisan kali di mana masa PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh)karena Covid-19.Saya akan mencerita sesosok Ibu Wasriah,S.Pd.yang akrab kami sapa dengan sebutan "bu Sri"beliau adalah seorang guru honorer,yang mengabdi dari tahun 2006.Wanita tangguh,memiliki Dua orang anak satu putra dan satu orang putri,sedang suami seorang buruh Tani.

https://youtu.be/wIdy2Lvdbqk

Pada masa covid-19 ini ,pola beliau mengajar sangat berbeda, Kalau yang seperti dijelaskan kan oleh Bapak Profesor Eko indrajit di mana pembelajaran banyak menerapkan online yaitu melalui Zoom meeting ,YouTube dan Google sedangkan di SDN 163 Rejang Lebong itu tidak bisa diterapkan.Pola mengajar di SDN 163 Rejang Lebong hanya bisa menerapkan metode  door to door atau guru memberi tugas kepada siswa ke rumah-rumah kemudian mengambil kembali tugas siswa ke rumah-rumah itu metode yang pertama, metode yang kedua guru memanggil siswa ke sekolah satu persatu di mana tidak ada tatap muka guru hanya mengambil atau memberikan tugas kepada siswa-siswa bergantian.Pola belajar kami yaitu hari senin kami menerapkan kelas 1 untuk sekolah untuk pengambilan tugas, itupun tidak boleh sekaligus harus satu-satu mengambil tugas kepada guru lalu pulang dilanjutkan siswa berikutnya,kemudian di hari-hari biasa guru keliling untuk memberi tugas dan mengontrol siswa Apakah belajar di rumah atau tidak.

https://youtu.be/FEmSkPCqtVE

Bu Sri walau hanya guru honor, begitu antusias dan bersemangat demi anak bangsa karena menurut beliau ini adalah tantangan.Beliau sering curhat dan sering terdengarkan di telinga saya. Dia Honor dari tahun 2006 yang sampai saat ini belum tahu apakah akan diangkat menjadi guru PNS atau akan selamanya menjadi guru honorer, wajah yang murung dan mata yang rada berair, terlihat harapan besar untuk kedepan bisa diangkat menjadi guru Pegawai Negeri Sipil.Tetapi Setelah mendapat motivasi dan masukkan dari Sahabat dekatnya Bu Satrianah(Guru Pendidikan Agama Islam)dan saya selaku kepala sekolah.Semangatnya bangkit kembali.



Sekolah di daerah terpencil sangat berbeda dengan sekolah-sekolah yang berada di kota, karena sekolah di daerah terpencil di mana jaringan internet susah, kemudian kemampuan orang tua siswa .Suatu hari Bu Sri  mengumpulkan siswa dan bertanya,Kepada kelas 1 sampai kelas 6 Sebelum masa covid-19.Siapakah di antara kalian yang memiliki HP Android ?kemudian Bu Sri menyuruh siswa-siswi  menunjuk tangan ,lalu hanya 6 orang yang menunjuk tangan  kelas 6 pula,yang memiliki HP Android ,yang lainnya tidak memiliki HP android,kemudian Bu Sri bertanya kepada orang tua murid Apakah kalian memiliki HP Android ?wali murid menjawab mereka hanya memiliki HP jadul yang hanya bisa digunakan untuk SMS dan telepon, karena wali murid SDN 163 Rejang Lebong lebih memilih beras ketimbang membeli HP dan laptop.Sekolah di daerah terpencil ,mayoritas rumah warga masih 70% masih kategori pondok.



SDN 163 Rejang Lebong merupakan salah satu Sekolah yang dikategorikan daerah khusus atau daerah terisolir atau daerah 3T.SDN 163 Rejang Lebong , beralamatkan di Desa Nau Kecamatan Sindang Beliti Ulu Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu.Pada awalnya Desa Air Nau ini masih Dusun ,masih menginduk Kepada Desa apur dalam beberapa tahun ini Dusun Nau  dimekarkan menjadi Desa.



Menurut Bu Sri dan Guru yang lain,yang mayoritas honorer.Pembelajaran Online bisa di terapkan apabila ada jaringan Internet.Itu bisa di peroleh apabila ada bantuan Wi-Fi yang Super canggih dari Pemerintah,kalau Wi-Fi biasa.Itu bisa menjadi bahan pajangan belaka karena Daerah 3T jauh dari Tower .Kemudian bantuan bayaran Wi-Fi,karena jumlah siswa sedikit,sedangkan sumber satu-satunya Pendanaan di Sekolah yaitu dari dana BOS,yang nominalnya tergantung jumlah siswa.



Selanjutnya menurut beliau,bantuan berupa Laptop,Hp android,tablet atau alat IT lainnya.Karena orang Tua harus memikirkan isi perut dulu ketimbang Beli Laptop,hp android atau tablet untuk anaknya.Dan tidak lupa juga bangunan sekolah yang layak,rata-rara keadaan bangunan Sekolah 3T sudah tidak layak.Saat ini bu Sri berperinsip pokoknya anak belajar,kemudian penyederhanaan kurikulum di Pandemi Covid-19.



Itulah ungkapan sesosok guru honorer yang mengabdi demi bangsa di daerah 3T.Sampai di sini dulu cerita guru 3T.kita akan sambung lagi di lain waktu.Semoga Allah memberi kemudahan untuk sekolah yang berada di 3T aminn.





Wasalam
Salam Penulis 


Usman Alamsyah

FILOSOFI :GURU IBARAT GULA


Pada hari ini aku membaca WA dan Facebook,mendapat cerita,yang sudah di bagi beberapa kali,tapi aku tidak tahu siapa pengirim pertama kali,tapi ini menyentuh sanubariku Karena aku seorang guru.Tulisannya sebagai berikut:

Dalam minuman 'KOPI' ada 3 unsur,
  
        Kopi  
            Gula
                 Rasa

Kopi  adalah Orang tua
Gula adalah Guru
Rasa  adalah siswa

Jika kopi terlalu pahit
Siapa yang salah?

Gula lah yang disalahkan karena terlalu sedikit,
hingga "rasa" kopi menjadi pahit!!!

Jika kopi terlalu manis
Siapa yg disalahkan?

Gula pula yang disalahkan karena terlalu banyak,
hingga "Rasa" kopi menjadi manis!!!

Jika takaran kopi dan gula seimbang, sehingga rasa yang tercecap menjadi nikmat,
Siapa yg di puji...???

Tentu semua akan berkata:
Kopinya mantaaap.................!!!!!

Kemana gula???
Dimana gula???
yang mempunyai andil membuat "rasa" kopi menjadi mantaaap!!!

Itulah guru yang ketika "rasa" terlalu manis maka dia akan dipersalahkan!!!

Itulah guru yang ketika "rasa" terlalu pahit maka dia pula yang akan dipojokkan!!!

Tetapi,
Ketika "rasa" mantap,
Ketika siswa berprestasi,
Maka orang tua lah yang akan menepuk dadanya:
"Anak siapa dulu"

Mari Ikhlas seperti Gula yang larut tak terlihat tapi sangat bermakna.

Gula PASIR memberi RASA MANIS pada KOPI, tapi orang MENYEBUTnya KOPI MANIS... bukan KOPI GULA...

Gula PASIR memberi RASA MANIS pada TEH, tapi orang MENYEBUTnya TEH MANIS... bukan TEH GULA...

ORANG menyebut ROTI MANIS... bukan ROTI GULA...

ORANG menyebut SYRUP Pandan, Syrup APEL, Syrup JAMBU....
padahal BAHAN DASARnya GULA....

Tapi GULA tetap IKHLAS LARUT dalam memberi RASA MANIS...

Akan tetapi apabila berhubungan dengan  penyakit, barulah GULA disebut.. PENYAKIT GULA

Begitulah HIDUP....
Kadang KEBAIKAN yang Kita TANAM tak pernah disebut Orang,
Tapi sedikit saja khilaf salah dilakukannya, maka akan dibesar-besarkan!!!

IKHLAS lah seperti GULA...
LARUT lah seperti GULA...

Tetap SEMANGAT memberi KEBAIKAN...!!!!
Tetap SEMANGAT menyebar KEBAIKAN..!!!

Karena KEBAIKAN tidak UNTUK DISEBUT...

Tapi untuk DI RASAKANnya 




Wasalam

USMAN ALAMSYAH

Sabtu, 03 Oktober 2020

Secarik Untaian Kalbu Kepala Sekolah 3T

Tulisan saya di blogg membuat banyak tanggapan,mungkin ada yang prihatin,atau ada juga yang memangku kepentingan merasa tersinggung. Ada sebagian kawan mendukung mungkin ada sebagian juga tidak mendukung.Saya hanya bercerita isi hati karena ingin membuat sekolah saya lebih bagus dan lebih maju karena saya hanya berprinsip ,jika saya memajukan sekolah yang maju mungkin saya dianggap Pahlawan Kesiangan ,Tetapi kalau saya bisa memajukan  kan sekolah yang belum maju menjadi lebih baik dan lebih maju, mungkin itu suatu prestasi walaupun prestasi nya tidak begitu besar.

Beberapa tanggapan atau komen lewat Facebook yaitu:

1.Mbai ku dk nengo suara hati nga ukπŸ˜„πŸ˜„"kenapa aku tidak dengar suara hatimu πŸ˜„πŸ˜„"
 2. Habar be tetap Semangat menuju perubahan 
 "Sabar tetap Semangat menuju perubahan "
 3. Air nau letu nih ade smp terbuka ngindok smp blitar ku kepsek a ku tau situasi daerah tuh. ..Ya Allah luaskan lah rezeki doson air nau. .aamiin YRA πŸ™πŸ‘πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ
 "Desa Air nau dulu ada smp terbuka masih nginduk smp blitar aku kepseknya aku tau situasi daerah itu. ..Ya Allah luaskan lah rezeki desa air nau. .aamiin YRA πŸ™πŸ‘πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ
 4. judul lagunyo "nyanyian suara hati"πŸ˜€πŸ˜€
 5. Bangga punya sahabat yg sangat mencintai pekerjaannya. Truslah berbuat kawan, Insya Allah suara hati akan harapan muliamu ini akan di dengar oleh pemangku kepentingan.
 6. Semangat pak kepsek hebat..
 7. Mutasi aja bang ke Yogya sy terima, he, he, he.


lalu komen di Facebook yang menarik yaitu:komen Kepala Dikbud dan Kepala Bapedda yaitu:

Pak Ka Dikbud RL:
"Assalamualaikum,
Seperti nya hal ini sudah pernah didiskusikan
Bapak kepala sekolah yg kami hormati,
Sebelumnya kami apresiasi semangat dan perjuangan yg telah dilakukan,
Namun, saat ini sistem pembangunan khususnya bersumber dari DAK pengusulannya melalui aplikasi Data Pokok Pendidikan/DAPODIK (bukan hanya melalui proposal manual)
Sudah kami kroscek di dapodik sekolah ini ternyata belum pernah memperbaharui datanya sesuai ungkapan proposal kepala sekolah
Utk itu bapak kepala sekolah yg kami hormati, agar segera memperbarui / updating data sekolah di dapodik,Jika ada kendala koordinasi lah ke dinas melalui operator dapodik dinas
Atas atensi nya kami haturkan terima kasih"


Saya
"Pak Kadis Sebelum mohon maaf sudah perbaharui kita juga tahun kemaren juga menerima,pendapat Pak Sugeng...yang menjadi Pertanyaan kini bagaimana mengatur di Dapodik supaya sekolah kami mendapat Rehap..krn sudah kami Otak-atik krn saya sebelumnya juga Operator SekolahπŸ™πŸ™πŸ™

Kami kini mintak Solusi Pak Kadis,bukan maksud menyinggungπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌ"

Pak Kadikbud RL
"Solusi nya datang ke dinas perbaharui data kondisi sarpras sekolah di dapodik
Temui pak sugeng dan ibu Mila ..."

Saya:" .Tahun Kemarin Mintak Petunjuk orang 2 itulah...PakπŸ™πŸ™πŸ™


Pak Kadikbud:
"langsung@Pak Sekretaris Redho Bermano, pak @deri Kabid SD Bu @mila pptk, operator pak @sugeng mungkin ada yg Miss pemahaman ...
Utk ditindak lanjuti

Saya:
"Aslm....
Apakah bisa di Dobrak lewat bapeda Bapak Asli Samin mohon BimbinganπŸ™πŸ™πŸ™"

Kepala Bappeda:
"bappeda selalu siap menindaklanjuti semua Usulan OPD."

Saya:
Pihak Bapeda yaitu kepala Bappeda Cik Asli Samin,supaya kita bisa cari solusi,pak kadis Khirdes Lapendo Pasju,bersama Pak sekdis
Redo,pak Kabid dan Bu Mila..kita bahas Bersama apakah ada Solusi πŸ™πŸ™πŸ™"


Itulah beberapa tanggapan tulisan saya di blog yang di share lewat Fb.Hanya satu yang saya harapkan ,selama saya memimpin SDN 163 Rejang Lebong ini yaitu Sekolah Negeri 163 Rejang Lebong ini menjadi lebih baik dari sebelumnya, mungkin suatu saat saya akan dipindahkan atau dimutasikan karena mungkin dianggap menyinggung perasaan pejabat tertentu, tapi itulah  konsekuensi yang dihadapi.Saya hanya ingin memajukan sekolah di daerah terpencil,supaya bisa menyamai sekolah yang berada di pinggir jalan besar. Apakah saya salah mempunyai cita-cita seperti itu yaitu memajukan sekolah yang belum maju menjadi lebih maju.Terasa berat perjuangan yang dihadapi karena sekolah saya  60% gurunya honorer sedangkan PNS 40% yang jumlah muridnya dikategorikan sedikit.Tahun kemarin Sekolah saya  terbantu karena mendapat tunjangan khusus tetapi tahun ini tidak tahu ceritanya. Padahal di SK Kementerian kami masih kategori Desa Terpencil.


Menurut cerita desas-desus dari Operator Dinas. Dana daerah khusus itu sudah ada di Dinas kabupaten, tetapi tidak disalurkan karena apa ?Karena tahun ini banyak yang tidak layak karena kriteria dari Kementerian yang dikategorikan daerah khusus banyak di pinggir jalan karena alasan itulah Kabupaten tidak menyalurkan dana tersebut. Tapi hal tersebut berdampak kepada sekolah kami yang benar-benar sekolah daerah khusus (3T).


Perasaan saya kini berkecambuk di satu sisi karena tulisan saya mencurahkan Isi Hati bahwa keinginan untuk mendapat bangunan yang layak dan juga gambar yang saya letakkan di blog saya yang menui banyak persepsi.Perasaan saya kini ada sedikit kalut, merasa diri ini lemah tak berdaya hanya bisa menorehkan lewat tulisan.Di kesendirian malam ini di mana suara jangkrik mulai bernyanyi,hembusan angin yang begitu menggigil membuat hati terasa cemas, was-was karena seolah-olah keinginan ini terlalu berlebih .Saya hanya bisa mencurahkan kan isi hati ini lewat tulisan terasa tidak ada tempat mengadu berbagi, terasa menemukan jalan buntu.


Tadi melalui posting saya di blog.Pertama yang komen banyak kawan-kawan bersedih,kemudian ditanggapi oleh Kepala Dinas yang menyatakan bahwa bantuan bangunan  diperoleh melalui Dapodik, sedangkan saya bersama operator sudah mengutak-atik sampai di profil sekolah.Profil SDN 163 Rejang Lebong ,sudah saya buat bangunan yang tidak layak di foto profilnya di tahun kemarin, sudah diutak-atik saya bersama operator, tapi belum juga menimbulkan hasil, tetapi atas tulisan di blog saya hari ini .Pak Kadis menyatakan bahwa kesalahan di Dapodik tetapi saya tidak tahu mana yang benar, karena kami sudah berusaha membuat  kerusakannya diatas 70% .Sudah di turuti jangan dibuat 100% sudah dibuat, tetapi nyatanya sampai kini bantuan untuk rehab gedung Sekolah Dasar Negeri 163 Rejang Lebong masih juga belum mendapat bantuan:



Ada perasaan mengebu-gebu,seolah-olah melayang-layang ke langit ketujuh .Peristiwa yang menarik pada hari ini yaitu tanggapan dari ketua PGRI pusat yaitu ibu Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd.Melalui WA.ingin dibuat Berita Satu yang ingin mengangkat Tema "Guru Daerah Terpencil (Gudaci)
Begini Percakapan dengan Ibu Unifah melalui WA:

Saya: "Aslm....
Maaf Bu Guru dari DaerahπŸ™πŸ™πŸ™"

Ibu Unifah Rosyidi: "Tks πŸ™"

Ibu Unifah Rosyidi: "Sangat tertarik. Nanti teman2 pelajari ya. Saya sdg ada rapat"

Saya:"Terima Kasih Banyak BuπŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ™πŸ™πŸ™"

Ibu Unifah Rosyidi: "Prihatin dan terharu"

Ibu Unifah Rosyidi: "Namanya siapa pak?"

Saya: "Usman Alamsyah Bu"

Ibu Unifah Rosyidi: "Saya kirimkan ke TV Berita Satu ya, sdg cari lipitan Gurdacil"

Ibu Unifah Rosyidi: "Siapa tahu rejekibya bapak"

Saya: "Iya BU sebelumnya ,terima kasih banyak🀝🀝🀝"

Lalu pesan pesan Wa dari nomor baru yaitu:

Ibu Yana Berita 1 PGRI: 
"Selamat sore Pak Usman Alamsyah, perkenalkan saya yana dari beritasatu tv. Saya dpt kontak Bapak dari Bu Unifah Rosyidi. Pak Usman mau tanya kalau di SD 163 Rejang Lebong menggunakan metode pembelajaran dgn tatap muka atau pembelajaran jarak jauh Pak."

Saya:"Dengan Pemberian Tugas,karena jaringan susah di tambah,kemampuan orang Tua untuk beli hp,mereka lebih mengutamakan Beras ketimbang beli Laptop dan Hp anak yang memiliki HP android dari Kelas 1-6 hanya 6 orang...Guru 60% Honor"

Ibu Yana Berita 1 PGRI: "Berarti mau gak mau diadakan pembelajaran tatap muka yaa Pak".

Saya:"Kalau untuk saat ini itu yang di harapkan.wl sekarang generasi Milenial,utk Daerah Terpencil susah menerapkan dearing.Faktor kemampuan orang Tua dan jaringan yg belum medukung".

Saya:"Sebenarnya Kl jaringan mendukung,anak di beri Fasilitas.Pembelajaran lewat Zoom dan Youtube itu sangat bagus...minimal 30% tatap muka 70 (pemberian tugas,Zoom dan Youtube)"

Ibu Yana Berita 1 PGRI: "Jadi saat ini di SD 163 belajarnya tatap muka yaa Pak Usman.


Saya:"Pemberian Tugas,
1.Memanggil Siswa satu-persatu untuk mengambil tugas kesekolah
2.Guru datang Kerumah Siswa"
 
Ibu Yana Berita 1 PGRI: "Yaa ampun Pak sangat memprihatinkan. berarti guru2nya sebagian stand by di sekolah & ada yg dtg kerumah siswa yaa utk memberikan pembelajaran.

Saya:" Iya"

Ibu Yana Berita 1 PGRI:" Pak Usman Hari senin ada siswa yg dtg ke sekolah untuk pengambilan tugas tidak.

Saya:" Ada"

Itulah peristiwa hari ini"Ya Allah ya Tuhanku dari hati yang paling dalam kumohon padamu Izinkanlah aku bisa menciptakan inovasi di SD Negeri 163 Rejang Lebong menjadi sekolah yang layak bagi siswaku  untuk belajar ,sehingga bisa menciptakan generasi yang cerdik dan berprestasi.Ya Allah izinkan aku menumbuhkan semangat guru-guruku ,untuk mendidik anak SDN 163 Rejang Lebong Karena merekalah ujung tombak sekolah apresiasi juga kuucapkan kepadaa guru-guru di sekolah  Dasar Negeri 163 Rejang Lebong karena mereka 60% masih berstatus guru honorer .Ya Allah kabulkanlah doaku aminn."...


Salam  Penulis

Usman Alamsyah

Kamis, 01 Oktober 2020

SUARA HATI KEPALA SEKOLAH TERPENCIL

https://youtu.be/Akp_uQTCN78

Sudah Dua Tahun Saya mengabdi sebagai Kepala Sekolah SD Negeri 163 Rejang Lebong,bertempat di Desa Air Nau,Kecamatan Sindang Beliti Ulu,Kabupaten Rejang Lebong,Propinsi Bengkulu.
Perubahannya belum Signifikan.Kenapa tidak ?
karena saya hanya bisa menobrak penambahan Siswa yang awalnya tepat September 2018 jumlah siswanya hanya 50’an.Alhamdulillah di tahun 2020 tepat di bulan juli 2020 jumlah siswanya bertambah menjadi 89 orang siswa.

Awal saya masuk di Sekolah tersebut,tidak ada Upacara Bendera setiap hari senin.jadi saya merubah kondisi tersebut harus ada Upacara Bendera setiap hari senin.lalu tidak ada SKJ setiap hari jumat lalu saya kondisi harus ada SKJ setiap hari jumat.

Yang menjadi pikiran saya saat ini ruangan yang hancur.Sekolah kami memiliki delapan ruangan dan satu Perpustakaan.Tiga ruangan bangunan tahun 80-an, yang mana kondisi ruangan masih berdinding papan tetapi oleh warga dengan antusias iuran akhirnya bisa berlantaikan keramik ,tapi sayang hanya lantai yang keramik dinding yang masih papan atap yang sudah tua sehingga kalau di musim penghujan hanya kebocoran lah yang didapat.Saat belajar pun di musim penghujan siswa sering bermain air karena keadaan atap yang bocor kemudian tiga ruangan lagi dibangun tahun 2000-an kondisinya juga lantai banyak berlobang plafon banyak yang ambruk ,kaca banyak yang pecah.Kami hanya memiliki ruangan yang bagus yaitu dua ruangan tetapi kami manfaatkan satu untuk perpustakaan karena perpustakaan di alihkan untuk dijadikan kantor atau tempat guru- guru dan kepala sekolah.

Sudah beberapa kali proposal yang saya ajukan, baik minta bimbingan konsultan,bimbingan dari kepala Bapeda.bimbingan dari kepala Dinas, Kepala Bidang SD tetapi sampai kini belum ada cerita atau tindak lanjut. Mulai dari tahun 2019 saya mengajukan proposal dan juga di tahun 2020 di mana proposal tahun 2020 diajukan pada saat itu ada baksos,Yang diadakan oleh Kepala Desa pada saat itu kebetulan SD 163 Rejang Lebong dipinjam untuk acara tersebut, melihat kondisi bangunan kami. Pak Bupati DR. Ahmad hijazi,MSi. langsung memanggil kepala Dinas pendidikan yang pada saat itu juga hadir ,kemudian saya juga dipanggil disuruh membuat proposal Akhirnya saya dengan bimbingan konsultan membuat proposal ,tapi entah sampai kini juga belum ada cerita dan tindak lanjut.Alasan di tahun 2020 tidak ada ada bangunan DAK (Dana Alokasi Khusus)dan DAU (Dana Alokasi Umum) karena dialihkan ke cofvid-19, tapi yang menjadi kekecewaan saya yaitu SDN 115 Rejang Lebong yang berada di Desa Pengambang walau zaman covid-19 tetapi mendapat bangunan.Mendapat bangunan Kelas dan bantuan WC sedangkan kami jangankan bmWc yang layak. Bangunan sekolah pun sudah dianggap tidak layak.Saya bercerita pada hari ini ,bukan karena menyinggung perasaan Pemerintah Daerah atau lainnya tetapi ,saya bercerita ini adalah suara hati dari kepala sekolah yang merasa gagal merasa putus harapan,namun apa daya ibarat kata saya adalah kepala sekolah Junior yang tidak tahu harus berbuat apa ,hanya mengajukan proposal ,proposal dan proposal. Entah kapan proposal yang diajukan bisa di setujui oleh pemerintah daerah dan juga pemerintah provinsi ataupun pemerintah pusat.

Mungkin hanya itulah untuk hari ini yang bisa saya Tuliskan melalui hati yang paling dalam tanpa ada intimidasi ke pihak tertentu.Mungkin suatuh Hari Nanti ada yang menemukan tulisan ini di blog saya atau pihak yang bisa memperjuangkan sekolah kami.Dia kami anggap sebagai pahlawan,yang selalu kami ingat. Kami sangat berharap karena segala usaha daya dan upaya sudah dilakukan tetapi sampai kini belum ada tindak lanjut.wasalam wr…wb…

Salam Penulis

Usman Alamsyah

Doa Pembuka Rezeki dan Terhindar Musibah

Doa Pembuka Rezeki dan Terhindar Musibah  🌿 Doa dari Al-Qur’an Doa Memohon Rezeki yang Luas dan Berkah πŸ“– QS. Al-Maidah: 114 "Allahumm...