Belajar Menulis Gelombang 9
Pertemuan : 1 Senin,23 Maret 2020
Waktu : Pukul 19.00 – 22.00 WIB
Pemateri. : Bpk. Agus Sampurno
Topik. : Mencari ide dalam menulis dan melipat gandakan pembaca
Peresume : Usman Alamsyah,S.Sos,S.Pd
(usmancurup123@gmail.com)
Assalamu alaikum warahmatullahi wabaraktuh ,selamat malam semuanya
Malam ini adalah kuliah perdana kita bersama bapak Agus Sampurno, beliau adalah narasumber nasional dan sudah sering keliling Indonesia untuk berbagi ilmunya.Dan seperti biasa Moderator Perkulihan Om Jay.
Siapakah Sosok Pak Agus Sampurno ?
Pak Agus Sampurno adalah salah satu pemenang guru era baru acer award tahun 2012 dan pernah bersama omjay untuk mengelola blog http://guraru.org
Pak Agus mengucapkan salam dan langsung memaparkan materi.
Kegiatan Perkuliahan diawali dengan pemaparan materi, lalu melakukan diskusi yang membahas:
1). Tentang ide,
2). Cara melipat gandakan pembaca,
3). Tentang hal yang sedang menjadi trending topic saat ini, yaitu situasi
tentang pembelajaran jarak jauh.
3). Berdiskusi,
4). Bereksperimen memposting
tulisan di facebook,
5). Penarikan kesimpulan.
Menurut bapak Agus Sampurno, ide mudah dicari.Yang sulit adalah cara melakukan eksekusi hingga menjadi sebuah tulisan.Dalam menulis banyak hal yang menarik dan bisa dinikmati prosesnya.Dan juga dalam mencari ide menulis ada banyak pemicu yg bisa berujung pada terbitnya sebuah tulisan.
Kita bisa memulai dari hal yg biasa dilakukan oleh seorang yg baru belajar menulis dan bisa berujung pada kebosanan.Apa saja kesalahan yang sering terjadi ?
Beberapa kesalahan yang biasa dilakukan oleh seseorang yang belajar menulis diantaranya :
1. Ia menulis dengan menjadikan dirinya sebagai peran utama, ia sibuk menceritakan dirinya sendiri. tulisannya bukan fokus pada bagaimana menuntaskan pertanyaan atau sebuah solusi permasalahan.
2. Tulisannya tidak dibaca ulang sebelum diposting. Tidak ada yang namanya self checking.
3. Tulisannya terlalu panjang dan mengandung banyak ide besar di dalamnya.
Hal di atas adalah hal yang mesti dihindari dalam konteks blog di internet yang mempunyai ,banyak keterbatasan.
Keterbatasan apa yang di maksud ?
Keterbatasan yang dimaksud adalah saat internet kita ada dalam lautan informasi yang benar-benar tanpa postioning yang pas, tulisan tidak akan dibaca orang, sehingga penulis akan merasa malas untuk menulis lagi.
Apa yang sering dilakukan penulis Pemula ?Yang ini sering dilakukan penulis pemula yaitu : menulis ide berdasar diri sendiri. Dimulai dari yang mudah, yang bisa, yang dialami. Berarti belajar menulis tidak bagus kalau langsung di blog.Bagus tapi perlu revisi ,Nah ini adalah sebuah pilihan.Ketika kita menulis tentang diri sendiri, harapan kita pasti ada yg membaca dan berikan tanggapan.
Sayang nya jika tidak ada yg menanggapi pasti si penulis jadi malas menulis lagi.Padahal sebagai orang dewasa kita tidak terlalu suka membaca (semata mata) kisah orang lain.
Orang lebih senang mencari sesuatu yg ada hubungannya dengan keuntungan atau kebutuhan dirinya.
Sebagai pemula mencoba sedikit demi sedikit menulis. Namun ketika ditengah jalan sering mengalami writers block selain itu terkadang muncul ide baru yang berbeda dengan pokok pembahasan yang sedang di tulis.jika terjadi solusinya !Dicermati tulisan orang lain lalu lakukan ATM ( Amati ,Tiru ,dan Modifikasi )
Cara terbaik memberikan ruh pada tulisan adalah, sebagai penulis anda sudah tahu dalam satu kalimat, hal apa yang ingin anda sampaikan kepada pembaca. Sebuah buku yang tebal nya berlembar lembar pun pada akhirya punya satu tema besar yang ingin disampaikan.Apa rahasia supaya ide muncul ?
Rahasia kreativitas Pak Agus menggunakan media sosial untuk mengamati, berteman di media sosial dengan orang yang tepat sesuai dengan bidang anda, maka akan banyak ide yang mengalir disitu.
Untuk mengetahui seberapa banyak tulisan mendapat tanggapan dari orang dan untuk melipat gandakan pembaca, penulis dapat memanfaatkan blog dan facebook. Cara yang bisa dilakukan dengan menulis langsung pada facebook disertai dengan link dari blog kita.Bagaimana tips supaya tulisan menarik ?
Tips agar tulisan yang kita posting dapat menarik dan mempeoleh respon dari pembaca, maka kita dapat
menggunakan 5 Persuasive Word That Controls Mind:
1. You
2. Free
3. New
4. Now
5. Secret
Contoh penggunaan kata di atas untuk menjadi sebuah judul adalah:
1. Tips menjadikan ANDA sebagai guru yang disegani oleh siswa.
2. Cara BEBAS dari masalah saat mengajar kelas yang rebut.
3. Aplikasi BARU yang biasa anda gunakan saat mengajar online.
4. Bagaimana membuat kelas online anda efektif mulai dari SEKARANG
5. CARA menghindari kesalahan dalam penugasan di kelas online.
Eksperimen dilakukan oleh Bapak Agus Sumarno dengan memposting sebuah tulisan di facebook. Topik yang diambil ialah pendidik yang mencoba memberikan jalan keluar dalam pembelajaran jarak jauh, berjudul 5 Cara Menghindari Kesalahan dalam Penugasan di Kelas Online.
Berikut ini adalah ringkasan dari tulisan tersebut.Menjadi viral baru baru ini status dari para orang tua siswa yang kelelahan saat mesti mendampingi anaknya belajar secara online. Hampir semua orang tua mengeluh betapa kewajiban mendampingi anaknya menjadi hal yang luar biasa berat. Pihak yang mencoba bijak pasti akan mengatakan bahwa saatnya orang tua siswa menyadari bahwa mendidik itu tidak mudah. Hal yang sama juga tidak akan berlaku bagi orang tua yang mungkin punya banyak halangan dalam mendampingi anaknya, mulai dari dirinya yang mesti bekerja sampai tingkat pendidikan yang kurang menunjang.
Mengenai pembelajaran jarak jauh,ada beberapa hal yang bisa seorang penulis lakukan di antaranya memperhatikan beberapa perspektif.yang sedang jadi trending topik.Apa saja perspektifnya ?
Perspektifnya yaitu :
1. Persepektif sebagai pendidik yang merasa dirinya sukses; ia akan menceritakan bagaimana dirinya sukses mengampu pembelajaran online, dengan menceritakan kesehariannya dalam mengajar secara online. Ia lupa banyak pendidik diluar sana yang masih berjuang mengatasi kendala
2. Perspektif sebagai pendidik yang menyalahkan orang tua siswa yang kurang sigap mendampingi anaknya dalam pembelajaran jarak jauh
3. Perspektif pendidik yang mencoba memberikan jalan keluar berdasarkan pengalamannya. Ia berperan memberikan pertimbangan, tips dan trik bagi kedua belah pihak, bagi orang tua siswa dan guru di google setelah diketik kata kunci 'cara mengajar online' maka langsung timbul beberapa prediksi dari google.
kira-kira dalam dunia informasi yang deras saat ini mana yang kemudian dicari orang.ini berarti memang ada kebutuhan dari pengekses google mengenai topik yang kita bahas.
Pak Agus lebih cenderung memilih topik ke 3 yakni :
"Perspektif pendidik yang mencoba memberikan jalan keluar berdasarkan pengalamannya. Ia berperan memberikan pertimbangan, tips dan trik bagi kedua belah pihak, bagi orang tua siswa dan guru, untuk menjadi bahan Pak Agus.
Bagaimana cara mengatasi kelemahan pembelajaran jarak jauh, terutama bagi siswa atau orang tua yang tidak memiliki media Teknologi Informasi dan Komunikasi yang memadai, padahal pembelajaran harus tetap berjalan?
Guru bisa memberikan penugasan seminggu sekali.Secara terjadwal setiap hari dalam seminggu, guru berikan penugasan yg terstruktur.
Untuk kemudian ada kewajiban guru mengambil atau anak dan orang tua setorkan tugasnya.
Ada beberapa kesalahan yang dilakukan pendidik ketika menyelenggarakan kelas online atau kelas pembelajaran jarak jauh di tengah wabah Covid 19 ini
1. Guru berniat sekali menggantikan kelas tatap muka nya dengan kelas online. Solusinya: memberikan penugasan mingguan yang disitu sudah ada deadline atau batas waktu yang
terjangkau dan terukur.
2. Guru belum melakukan pembagian antara mana siswa yang lebih cocok diberikan tugas online
dan offline. Solusinya: Saatnya berikan pilihan pada ortu siswa apakah ingin tugas yang online atau yang offline.
3. Guru hanya sibuk memberikan tugas kepada siswanya, namun tidak menemani orang tua siswanya dalam situasi krisis ini. Untuk itu solusi terbaik adalah luangkan waktu untuk satu
hari diadakan diskusi antara guru dan orang tua siswa, caranya bisa macam macam bisa lewat grup chat atau menyebarkan survey mengenai keinginan dari orang tua siswa.
4. Guru memberikan penugasan yang bertipe High Order Thinking Skills atau HOTS. Ada juga guru yang menyuruh siswanya melakukan sesuatu yang memerlukan persiapan . Solusinya:
berikan tugas yang memerlukan pendampingan minim dari orang tua siswa.
5. Guru cenderung ingin menghabiskan target kurikulum. Hal ini bukanlah sebuah hal yang salah. Namun yang harus diingat bahwa kecenderungan tadi membuat seorang guru menjadi
tidak fleksibel.
Solusinya: Guru mesti menerima situasi bahwa saat ini adalah saat krisis yang terjadi diluar kehendak dirinya sebagai seorang guru. Guru saatnya dicarikan skenario lain yang penting siswa tetap fokus dan siap belajar pada saat wabah telah selesai.Banyak sekali prediksi yang beredar mengenai kapan situasi pandemi ini akan berakhir. Di banyak kota di Indonesia, waktu belajar di rumah terus diperpanjang oleh pemerintah setempat. Ini berarti sebagai seorang praktisi, guru perlu punya banyak ide agar kemitraan sekolah (guru) dan rumah tetap selaras.Dibalik ide yang cemerlang mesti ada empati dan rasa ingin memberikan yang terbaik, dengan demikian orang tua siswa merasa dirinya disupport, siswa mendapatkan manfaat dan guru pun optimis saat pandemi selesai anak anak didiknya siap belajar kembali dengan penuh semangat.
Penulis Resume
Usman Alamsyah, S.Pd.
SDN 163 Rejang Lebong
Di Bengkulu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar